logo


Kapolri: Tindakan Anarkis Merupakan Tanda Kemunduran Demokrasi

Kepolisian akan menindak tegas pihak-pihak yang terindikasi melanggar aturan-aturan Pilkada.

23 Maret 2017 11:09 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan selama proses Pilkada berlangsung. Sebagai sebuah pesta demokrasi, sudah selayaknya seluruh pihak menjaga demokrasi itu sendiri dengan tidak bertindak secara anarkistis.

"Berikan pencerahan pada masyarakat, jangan sampai terjadi aksi anarkis dalam bentuk apa pun juga. Itu menunjukkan kemunduran demokrasi dan kita lihat saja. Saya yakin kita ingin semuanya Pilkada aman, damai, rakyat bebas memilih sesuai pilihan masing-masing," kata Tito kepada wartawan di Wisma Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017).

Terkait Pilkada DKI Jakarta, Tito mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan operasi Mantap Praja untuk mengamankan TPS, kampanye, pengamanan kotak suara, proses penghitungan suara, hingga pelantikan calon terpilih.


Kapolri Tegaskan Bahwa Pihaknya Akan Berikan Perlindungan Hukum pada Siti Aisyah

Tito juga mengimbau agar masyarakat Jakarta turut serta menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif. Dengan demikian, para pemilih dapat dengan tenang dan bebas menyerukan suaranya, baik menyampaikan dukungan langsung maupun ketika mencoblos di bilik suara secara rahasia. 

"Semua pihak yang ada di Jakarta wajib menunjukkan demokrasi berjalan, setiap masyarakat bebas menentukan pilihannya dengan prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia," katanya.

Tito juga berpesan untuk tidak melakukan kampanye-kampanye negatif. Kepolisian akan menindak tegas pihak-pihak yang terindikasi melanggar aturan-aturan Pilkada. 

"Berkampanye boleh tapi jangan sampai kampanye negatif," ujarnya.

Kapolri Terima Pedang Emas dari Kerajaan Arab, Muncul Polemik Gratifikasi

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari