logo


Kasus E-KTP, KPK Siapkan Jadwal Pemeriksaan Setya Novanto

KPK akan terus menelusuri indikasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk partai politik, dalam kasus yang telah ditaksir merugikan negara triliunan rupiah itu.

22 Maret 2017 17:43 WIB

Ketua DPR RI Setya Novanto.
Ketua DPR RI Setya Novanto. Dok. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya tengah mengatur jadwal pemeriksaan berbagai pihak yang ditengarai memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi pada proyek E-KTP. Salah satunya, Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

"Dalam dakwaan kami sudah sampaikan, kami akan lihat kapan waktu yang tepat untuk pemanggilannya. Karena saksi-saksi yang akan diperiksa cukup banyak ada 133 rencananya," kata Febri, Rabu (22/3/2017) di Jakarta.

Febri menandaskan, KPK memiliki banyak informasi yang bersumber dari pengembangan perkara pada dua sidang kasus itu. KPK akan terus menelusuri indikasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk partai politik, dalam kasus yang telah ditaksir merugikan negara triliunan rupiah itu.


Namanya Muncul di 'E-KTP', Mantan Ketua Banggar Ini Laporkan Andi Narogong ke Polisi

Sebagai informasi, dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus itu terkuak dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP pada Kamis, (9/3/2017) dua pekan lalu. Novanto disebut turut mendapatkan 11 persen atau Rp 574,2 miliar dari nilai proyek Rp 5,9 triliun bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narongon, seorang pengusaha yang disebut-sebut 'berperan besar' dalam proyek pengadaan E-KTP.

Meski disebutkan dalam dakwaan jaksa pada sidang itu, Setya Novanto kerap membantah. Selain bersumpah tak terlibat dalam kasus itu, Novanto juga memberikan kesempatan kepada KPK untuk mengaudit rekening partai Golkar untuk membuktikan keterlibatannya.

"Saya sudah bersumpah saya tidak pernah menerima apapun dari e-KTP," tegas Novanto di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Bantahan dan sumpah Setya Novanto itu sepertinya tak cukup kuat menghentikan asumsi publik yang menilai dirinya terlibat dalam kasus yang telah merugikan negara 2 triliun lebih itu. Pasalnya, dalam laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke MKD, turut disinggung adanya pertemuan tertutup antara pengusaha Andi Narongon dengan beberapa pihak, termasuk Novanto. Dalam pertemuan itu, juga dibahas proyek pengadaan E-KTP.

Dugaan adanya pertemuan itu semakin diperkuat oleh pengakuan Mantan Sekretaris Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini. Menurut pengakuan Diah, pertemuan itu dilangsungkan di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta.

"Saya tidak tahu (inisiatornya). Waktu di Hotel Melia, kami itu kalau ada acara Pak Irman selalu libatkan kami. Dengan Pak Setya Novanto, Pak Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus," kata Diah di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Dalam pertemuan itu, hadir pula beberapa pihak, antara lain eks Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, politisi PDI Perjuangan Olly Dondokambey dan politisi Golkar Melchiar Marchus Mekeng. Diah menghadiri undangan itu karena diundang Andi Narongon.

Dalam pertemuan itu, kata Diah, Setya Novanto berpesan agar menjaga pelaksanaan proyek E-KTP. "Kami disampaikan di Depdagri (Kementerian Dalam Negeri) ada program e-KTP yang juga program strategi nasional. 'Ayo kita jaga sama-sama'. Hanya itu," tutur Diah.

Didesak Mundur oleh Kader Partainya, Setnov: Hahaha

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas