logo


Keterbukaan Informasi Menjadi Kunci Kesuksesan Kerjasama Kementan dan GMPT

Peran Bulog dalam hal penyerapan Jagung sesuai dengan yang telah ditargetkan pada pertemuan sebelumnya yaitu dua juta ton harus segera direalisasikan.

22 Maret 2017 17:43 WIB

Ladang jagung.
Ladang jagung. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Gatot Sumarjo Irianto menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci suksesnya program Kementan.

Ia meminta kepada Gabungan Pengusaha Makan Ternak GPMT untuk memberikan informasi terkait berapa Silo yang akan dibangun, sedang dan telah dibangun untuk menampung stok jagung saat masa panen.

"Supaya nantinya produksi dan pengembangan perluasan tanam dapat kami arahkan ke wilayah yang ada Silonya," demikian kata Gatot di Jakarta, Rabu(22/3).


Jaga Psikologi Pasar, Pemerintah Diminta Pastikan Stok Pangan Jelang Ramadan

Lebih lanjut lagi Gatot mengatakan bahwa Kementerian Pertanian melalui Dirjen Tanaman Pangan dalam hal ini fokus kepada perluasan areal tanam agar nantinya areal tanam jagung tidak bersaing dengan tanam padi dan kedelai. Namun untuk areal tanam konvensional akan dibiayai dari Kementerian Desa dan PDT melalui program Bum Des untuk mendanai biaya pembelian benih, infrastruktur dan pembinaan.

Gatot Sumarjo Irianto menambahkan bahwa saat ini produksi jagung cukup tinggi yaitu sebesar 30 Juta ton sehingga membutuhkan semua peran untuk berkontribusi untuk peningkatan Pasca Panen Jagung. Peran Bulog dalam hal penyerapan Jagung sesuai dengan yang telah ditargetkan pada pertemuan sebelumnya yaitu dua juta ton harus segera direalisasikan.

“ Kami sudah lakukan pertemuan dengan Mitra Bulog supaya serapan Bulog dapat tercapai sesuai dengan yang ditargetkan, yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen dan keterbukaan kepada pihak yang terlibat,” demikian tukas Gatot.

Husnain: Pengembangan Kawasan Food Estate untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah