logo


Kementan Bangun Kawasan Pangan dari Pinggiran Perbatasan NTT-Timor Leste

Membangun kawasan pangan perbatasan adalah membangun provinsi NTT yang berbatasan dengan Timor Leste.

22 Maret 2017 13:18 WIB

Tim Pangan Perbatasan NTT Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan audiensi di kantor Gubernur di Kupang, Selasa (21/3).
Tim Pangan Perbatasan NTT Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan audiensi di kantor Gubernur di Kupang, Selasa (21/3). Dok. Kementan

KUPANG, JITUNEWS.COM - Gubernur NTT Frans Lebu Raya berkomitmen untuk membangun kawasan perbatasan RI dengan Timor Leste tidak hanya dari 4 kabupaten yang berada di perbatasan yaitu Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Kupang.

Namun menurutnya, membangun kawasan pangan perbatasan adalah membangun provinsi NTT yang berbatasan dengan Timor Leste. Hal itu disampaikan saat Tim Pangan Perbatasan NTT Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan audiensi di kantor Gubernur di Kupang, Selasa (21/3).

Tim tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Menteri bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani selaku Penanggung Jawab Program Upaya Khusus (UPSUS) swasembada pangan untuk Provinsi NTT, Prof Pantjar Simatupang selaku narasumber untuk pembangunan kawasan pangan di perbatasan NTT, Ketua Tim yaitu Direktur Perbibitan Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Surachman dan beberapa staf lainnya dari Kementan.


Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

Pada kesempatan tersebut, Ani Andayani mengatakan audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Kabupaten Belu beberapa hari lalu yaitu 14 maret 2017 dalam rangka mewujudkan program untuk penguatan pangan perbatasan di dua kabupaten lainnya yaitu kabupaten Kupang dan kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dalam kunjungannya di belu itu Menteri Pertarnian mendapat anugerah "Ama Nai" Belu (Raja Belu).

“Pembangunan kawasan perbatasan direncanakan secara mekanisasi dan berdasarkan potensi daerah serta memperhatikan kebutuhan di Timor Leste di mana pada gilirannya akan ekspor ke sana sebagai destinasi utama sambil menguatkan pangan di NTT itu sendiri secara berkelanjutan,” kata Ani.

Ani menjelaskan perhatian kementan melalui Program UPSUS Pajale (padi jagung kedelai) yang telah dimulai sejak awal 2015 ke 22 kab/kota, kemudian dilanjutkan dengan Upsus SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) ke 22 kab/kota se NTT, kini kementan hadir di NTT untuk penguatan pangan di perbatasan yaitu di Malaka, Belu, TTU dan Kupang.

Indonesia Sebagai Negara Agraris Harus Mempunyai Food Estate

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah