logo


Heboh Aplikasi Tamasya Al Maidah, Begini Komentar Ahok-Djarot dan Partai Pendukung

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengaku tak mempermasalahkan adanya rencana gerakan Tamasya Al Maidah tersebut.

21 Maret 2017 05:30 WIB

Aplikasi Tamasya Al Maidah
Aplikasi Tamasya Al Maidah Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Djan Faridz, sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta, tidak mempersoalkan munculnya aplikasi Tamasya Al Maidah yang belakangan ramai di bahas di jagat media sosial.

"Enggak khawatir. Di dalam bilik (suara) itu, hati nurani yang ngomong. Hati yang menentukan pilihan. Kita enggak bisa ngomong apa-apa, biarin aja," ungkap Djan, Senin (20/3).

Namun demikian, Djan mengimbau warga dari luar DKI yang ikut dalam Tamasya Almaidah agar tidak masuk ke bilik suara. Pasalnya, hal itu bisa mendatangkan pandangan negatif.


Mega Percaya Kekuatan Ibu-ibu Bisa Menangkan Ahok-Djarot di Putaran Kedua

"Yang penting dia kagak masuk di bilik suara. Kalau masuk bilik suara, ya sekalian aja lu coblos sendiri," tukas Djan.

Sementara itu, Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, juga tak mempermasalahkan adanya rencana gerakan Tamasya Al Maidah tersebut.

Ahok mengatakan, pengerahan massa ini seharusnya tidak terjadi ketika pelaksanaan pemungutan suara berlangsung dengan baik. Ia pun lantas menyarankan, agar pemilih yang telah terdaftar dan memiliki formulir C6 untuk turut menyertakan kartu identitas atau e-KTP.

"Saksi juga bukan duduk saja, tapi berhak melihat KTP identitas dengan formulir C6 sama atau tidak. Kami tidak mau juga kalau curiga, tamasya-tamasya ke Jakarta," ujar Ahok.

Senada dengan Ahok, Djarot Saiful Hidayat pun mengaku tertawa saat pertama kali mendengar rencana gerakan Tamasya Al Maidah. Menurut Djarot, tak perlu lagi mengerahkan massa untuk menjadi saksi di TPS.

"Saksinya sudah banyak, enggak perlu undang (warga) seluruh Indonesia, apalagi pakai (alasan menegakkan) Al-Maidah. Ketawa sendiri saya, lucu," kata Djarot, seperti diwartakan kompas.

Seperti diketahui, aplikasi Tamasya Al Maidah menjadi sorotan media dan percakapan khalayak internet selama beberapa hari terakhir. Aplikasi itu mengajak umat Islam dari berbagai daerah untuk mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan Pilkada DKI, 19 April 2017 mendatang.

Acara tamasya ini disebut pula sebagai kelanjutan Aksi Bela Islam. Istilah itu merujuk pada aksi massa yang menuntut penangkapan Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama, imbas perkataan Ahok ihwal surat Al Maidah ayat 51.

Wakil Ketua Gema Jakarta, Farid Poniman, mengatakan, pihaknya menargetkan 1,3 juta umat Islam dari luar Jakarta dapat ikut dan berpartisipasi untuk mengawal Pilkada DKI, 19 April 2017.

Proses pendaftarannya sendiri dilakukan dengan mengunduh aplikasi Tamasya Al Maidah terlebih dulu melalui app store atau play store. Para peserta pun akan diminta mengisi biodata berupa nama lengkap, nomor handphone, alamat, serta tempat dan tanggal lahir. Peserta diminta memilih kategori TPS yang diinginkan, yakni TPS aman atau rawan. Selanjutnya, data yang dimasukkan disimpan dan akan diproses sebagai peserta Tamasya Al Maidah.

“Bagi warga Jakarta, kami tempatkan mereka sebagai relawan yang akan ikut juga memantau setiap TPS di wilayah Jakarta. Relawan Jakarta juga akan bertindak sebagai kaum Anshor yang menyambut dan melayani peserta Tamasya Al Maidah sebagai kaum Muhajirin. Peserta langsung kami arahkan ke pos-pos terdekat dari TPS yang menjadi lokasi pemantauannya,” ungkap Farid Poniman dalam siaran pers kepada wartawan.

Mengenai biaya, peserta Tamasya Al-Maidah tidak dipungut biaya, namun mereka mengeluarkan biaya untuk kebutuhan sendiri selama di Jakarta terutama untuk transportasi.

“Jadi ada semangat bagi kaum muslimin di luar Jakarta untuk datang ke Jakarta sebagaimana pada pelaksanaan Aksi 411 dan Aksi 212. Mereka datang sendiri dengan biaya sendiri. Kami hanya memfasilitasi di mana TPS yang akan dipantau dan dimana titik kumpul mereka,” pungkas Farid Poniman.

Karena Hal Ini Nikita Mirzani 'Kepincut' Ahok-Djarot

Halaman: 
Penulis : Riana