logo


Ke Inggris, Komisi VII DPR Bahas EBT Hingga Soal Gas Natuna

Penerimaan kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Komiite Amanda Milling, anggota UK House o f Commones dari Partai Konservatif.

20 Maret 2017 19:50 WIB

Tim Komisi VII DPR RI saatmelakukan kunjungan kerja ke Inggris.
Tim Komisi VII DPR RI saatmelakukan kunjungan kerja ke Inggris. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rombongan Komisi VII DPR yang membidangani masalah energi, sumberdaya mineral, ristek, dan Lingkungan Hidup akhir pekan ini baru saja tiba dari kunjungannya ke Inggris. Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR, yang menjadi ketua rombongan menjelaskan, pihaknya berkunjung ke DPR Inggris (UK House of Commons), serta sejumlah lembaga/instansi lainnya yang berkaitan dengan bidang kerja Komisi VII.

“DI DPR Inggris, Kami membahas kerja sama parlemen dan juga pemerintahan,” ujar Satya, Minggu (19/3), di Jakarta.

Penerimaan kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Komiite Amanda Milling, anggota UK House o f Commones dari Partai Konservatif.


Pemanfaatan EBT di Sumatera Ditingkatkan, PLN Jalin Kerja Sama dengan IPP

Satya menerangkan, pokok-pokok masalah yang dibahas dalam pertemuan kedua komisi energi dari dua negara ini adalah, tentang strategi Inggris dalam pengembangan energi khususnya di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), dan penanggulangan perubahan iklim. “Parlemen Inggris telah menyesuaikan nama Komisi yang membahas energi ini lantaran pemerintahnya telah mengubah nama kementeriannya,” tuturnya.

Pemerintah Inggris telah mengubah nama kementerian yang sebelumnya bernama Kementerian Energi dan Perubahan Iklim menjadi Kementerian Energi dan Strategi Industri. “Komisi di Parlemen langsung mengubah namanya agar menyamai nama kementerian di kabinet. Hal ini mudah dilakukan di Inggris karena mereka menganut sistem kabinet parlementer,” ujar Satya.

Rombongan Komisi VII DPR lantas berkunjung pula ke Kementerian Energi dan Strategi Industri untuk mendapatkan gambaran tentang kerja sama energi antara Inggris dan Indonesia, yang dikenal dengan UK-Indonesia Energy Dialogue. “Kami mendapatkan gambaran model pengawasan di sektor ketenagalistrikan yang dilakukan oleh lembaga Ofgem, otoritas netral yang mengawasi ketenagalistrikan, yang kemudian melapor kepada Parlemen,” ucap Satya.

Selama kunjungan hampir sepekan tersebut, rombongan Komisi VII DPR sempat mendatangi kantor pusat BP Plc dan Premier Oil. Kedua korporasi ini telah lama berinvestasi di bidang minyak dan gas bumi di Indonesia.

“Kami berdiskusi dengan BP Plc dalam penyajiannya tentang tantangan energi ke depan yang terangkum dalam BP Statistical Review yang dipresentasikan oleh BP Chief Economist - Spencer Dale,” tutur Satya.

Sedangkan ketika berkunjung ke kantor Premier Oil, penyambutan dipimpin CEO Premier Oil Tonny Durrant. “Kami membahas tentang strategi pengembangan gas di Natuna yang terhubung dengan Vietnam,” tutur Satya.

Rombongan Komisi VII juga berdiskusi tentang aturan perminyakan dan juga pertambangan selama kunjungan tersebut, dengan lembaga riset National Governance Resources Institute (NRGI). Diskusi juga dilakukan dengan Climate Parliament, Inggris. “Mengakhiri kunjungan kami bertatap muka dengan Duta Besar Indonesia Dr. Rizal Sukma yg mengirim senior stafnya dalam mendampingi kunjungan kami,” ujar Satya.

Adapun anggota rombongan Komisi VII DPR yang ikut dalam kunjungan ini adalah Hadi Mulyadi (Fraksi PKS), Ahmad Farial (Fraksi PPP), Doni Oekon (Fraksi PDIP), Kurtubi (Fraksi Partai Nasdem), Zulkiflimansyah (Fraksi PKS), Aryo Djojohadikusumo (Fraksi Partai Gerindra), Farid al-Fauzi (Fraksi Partai Hanura), Agus Sulistyono (Fraksi PKB), Eni Maulani Saragih (Fraksi Partai Golkar), dan Mohammad Nazir (Fraksi Partai Demokrat). Pada waktu kunjungan ke parlemen Inggris ada tambahan rombongan dari anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR.

17 IPP Siap Jual Listrik Berbasis EBT ke PLN

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan