logo


Namanya Muncul di 'E-KTP', Mantan Ketua Banggar Ini Laporkan Andi Narogong ke Polisi

Marchus Mekeng merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang berasal dari Dapil NTT I. Di DPR, dia pernah menjabat sebagai Ketua Banggar periode 2009-2014.

20 Maret 2017 17:10 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Marchus Mekeng secara resmi melaporkan Andi Agustinus alias Ansi Narogong dan Muhammad Nazaruddin ke Mabes Polri pada Senin, (20/3/2017). Keduanya dilaporkan atas tuduhan telah mengeluarkan pernyataan yang tidak mengandung kebenaran, tidak menyerang kehormatan dan nama baik Melchias Marchus Mekeng sebagai anggota DPR RI.

Kuasa Hukum Marchus Mekeng, Petrus Salestinus menjelaskan dasar pelaporan Mekeng adalah pernyataan Andi Narogong yang ditemukan dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Nomor: DAK-15/24/02/2017, tanggal 28 Februari 2017 dalam perkara a/n. Terdakwa I Irman dan Terdakwa II Sugiharto.

"Terdapat pernyataan Andi Narogong bahwa pada September-Oktober 2010 Andi Narogong, di Ruang Kerja Setya Novanto dan Mustoko Weni di lantai 12 Gedung DPR RI, beberapa kali memberikan uang kepada pimpinan Badan Anggarai DPR RI yaitu Melchias Marchus Mekeng selaku Ketua Banggar sebesar USD 1.400.000,00.- dan kepada Mirwan Amir dan Olly Dondo Oambe," papar Salestinus kepada Jitunews.com, Senin (20/3/2017).


Geger Senayan: Begini Mengalirnya Uang Panas Mega Proyek e-KTP

Selain itu, kata Salestinus, pihaknya juga mempertanyakan apakah tuduhan JPU dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi E-KTP pada Kamis, 9 Maret 2017 lalu telah berdasarkan penyidikan atau hanya berdasarkan keterangan dari Andi Narogong kepada penyidik KPK sehingga dimasukan ke dalam dakwaan.

"Sehingga begitu dakwaan itu dibacakan kaget sekali. Padahal, Pak Marcus Mekeng ini pernah diperiksa,"  ujar Petrus.

Marchus Mekeng merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang berasal dari Dapil NTT I. Di DPR, dia pernah menjabat sebagai Ketua Banggar periode 2009-2014. Dalam dakwaan jaksa KPK pada sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek E-KTP dua pekan lalu, nama Mekeng disebut sebagai salah satu penerima aliran 'uang panas' proyek E-KTP.

Mekeng pun menilai dakwaan itu tidak benar. Ia membantah pernah menerima aliran uang dari proyek E-KTP.

IPW Apresiasi Mabes Polri yang mengagalkan kerjasama dengan Andi Narogong

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas