logo


Kementan Dorong Kalbar Tingkatkan Upaya Diversifikasi Protein Hewani Melalui Aplikasi Teknologi

Kebijakan sektor peternakan saat ini diarahkan untuk membangun kedaulatan pangan sebagai implementasi butir ke-7 dari Nawacita Pemerintahan Presiden Jokowi.

20 Maret 2017 17:10 WIB

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita (kiri).
Dirjen PKH, I Ketut Diarmita (kiri). pertanian.go.id

PONTIANAK, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tercapainya swasembada protein hewani. Terkait hal ini, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita, mendorong Provinsi Kalimantan Barat untuk mengembangkan potensi ternak lokal secara terpadu. Hal ini dikatakan Ketut Diarmita saat memberikan materi pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura di Pontianak.

"Saat ini kita terus mendorong pengembangan ternak lokal secara terpadu. Target kita tidak lagi hanya mewujudkan swasembada daging sapi saja, tetapi swasembada protein hewani," demikian kata Dirjen PKH, I Ketut Diarmita seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin(20/3).

Pada kesempatan tersebut, Ketut meminta kepada seluruh civitas akademika Univertitas Tanjung Pura khususnya Himpunan Mahasiswa Peternakan Fakultas Pertanian untuk lebih berperan akktif mendorong pengembangan potensi ternak lokal terpadu di Kalimantan Barat yang berbasis aplikasi teknologi dalam mendukung diversifikasi kebutuhan protein hewani.


Balittri Kementan Sukses Lakukan Inovasi Baru Produk Olahan Kakao

"Teknlogi itu banyak di perguruan tinggi, sehingga harus disebarkan ke masyarakat untuk dapat diimplementasikan," kata Ketut.

Menurutnya, kebijakan sektor peternakan saat ini diarahkan untuk membangun kedaulatan pangan sebagai implementasi butir ke-7 dari Nawacita Pemerintahan Presiden Jokowi. Lebih lanjut disampaikan, dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, kedaulatan pangan didefinisikan sebagai “Hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal”.

“Secara umum, sumber protein hewani asal ternak di masyarakat Indonesia telah mengalami diversifikasi, sehingga tidak tergantung pada satu macam sumber protein,” kata Ketut.

Ia juga menegaskan bahwa hal ini dapat dilihat dari data partisipasi konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia periode 2011-2014, terlihat partisipasi masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi protein sudah semakin meningkat. Partisipasi konsumsi masyarakat untuk kelompok pangan hewani asal ternak pada tahun 2014 terhadap komoditas daging sapi sekitar 23%, daging unggas 48,75% dan telur sekitar mencapai 83%.

Djarot Minta Kementan Tangani Harga Ayam

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan