logo


Inovasi Rumah Tiram Mampu Bebaskan Ibu-Ibu Nelayan dari Kerusakan Organ Reproduksi

Inovasi pembuatan Rumah Tiram mampu menolong para ibu nelayan tiram di Kampung Tibang, Banda Aceh dari bahaya kerusakan reproduksi pada perempuan.

20 Maret 2017 16:51 WIB

Teknologi pembudidayaan Tiram dengan media ban bekas.
Teknologi pembudidayaan Tiram dengan media ban bekas. acehoysters.blogspot.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Inovasi pembuatan Rumah Tiram mampu menolong para ibu nelayan tiram di Kampung Tibang, Banda Aceh dari bahaya kerusakan reproduksi pada perempuan.

Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, yang menjadi penerima apresiasi program Satu Indonesia dari PT Astra International Tbk tahun 2016, sejak setahun sebelumnya berupaya mengenalkan teknologi pembudidayaan Tiram dengan media ban bekas.

Teknologi yang diperkenalkan dengan istilah Rumah Tiram ini kemudian berhasil membuat kegiatan para nelayan tiram yang mayoritas didominasi kaum perempuan lebih menguntungkan.


Kunker Bareng DPR, KKP Gelontorkan Bantuan 325 Ribu Benih dan 4 Ribu Calon Induk Ikan di Babel

Pasalnya tak hanya membuat ukuran tiram yang lebih besar, namun para ibu-ibu nelayan juga sangat diuntungkan oleh metode memanen tiram yang tidak perlu membuatnya berlama-lama berendam di air laut. Lantaran tiram yang sudah menempel di ban-ban bekas hanya perlu diambil langsung dengan tubuh berada di atas sampan.

"Bayangkan, ratusan ibu-ibu dan remaja perempuan berendam di laut, luka-luka untuk memanen tiram. Kalau bukan karena kemiskinan tidak mungkin hal itu di lakukan ," ungkap Ichsan dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Kondisi tersebut membuat para nelayan tiram semakin terbantu, apalagi teknologi Rumah Tiram membuat kondisi kesehatan mereka semakin terjamin.

Ichsan menerangkan, para ibu-ibu nelayan tiram sedikitnya berendam tiga jam sehari guna memanfaatkan waktu air laut surut baik untuk menanam dan memanen tiram.

Kendati demikian, aktivitas tersebut berimbas besar pada kondisi reproduksi para kaum perempuan tersebut. Mengingat fungsi organ reproduksi yang menurun karena mengalami kerusakan yang cukup tinggi akibat berendam di air laut dalam waktu lama.

"Terutama kesehatan, hasil uji tim kesehatan kualitas kerusakan reproduksi perempuan itu tinggi sekali. Dengan karena program ini kita mencoba untuk memanusiakan manusia lah," ujarnya.

Sejak diperkenalkan pada 2015 lalu, akhirnya, Ichsan berhasil menolong para ibu-ibu nelayan dari ancaman kerusakan organ reproduksi pada tubuh mereka.

KKP Dorong Budidaya Kerang Mutiara Berkelanjutan Demi Kelestarian Alam

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan