logo


Politisasi Agama Diprediksi Masih Kencang di Putaran Kedua Pilkada DKI

Sampai saat ini, Pilkada Jakarta masih diklaim seperti sebuah arena pertarungan antara dua kekuatan besar, Islam dan non-islam untuk memilih kepala daerah.

20 Maret 2017 16:32 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pilkada Jakarta putaran kedua diprediksi masih akan dibumbui oleh isu-isu SARA khususnya isu agama. Gerakan politis atas nama agama masih akan terjadi di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang pelaksanaannya akan digelar pada April 2017 nanti.

Hal itu disampaikan oleh aktivis muda Nahdatul Ulama (NU), Savic Ali dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta, Senin (20/3/2017).

"Memang ini masih akan terasa di putaran kedua nanti, kita sudah melihatnya kemarin," ujar Savic.


Akan Ada Pasukan Merah Jika Ahok-Djarot Terpilih

Menurut Savic, sampai saat ini, Pilkada Jakarta masih diklaim seperti sebuah arena pertarungan antara dua kekuatan besar, Islam dan non-islam untuk memilih kepala daerah. Hal itu, kata Savic, sangat memprihatinkan, karena seharusnya pembedaan tersebut tidak boleh terjadi.

"Seharusnya ormas Islam itu ikut serta bertanggung jawab untuk mendamaikan situasi dan juga bisa lebih proaktif untuk membangun dialog," ujar Savic.

Savic berharap seluruh elemen masyarakat juga dapat menghilangkan andangan antara Islan dan Non-Islam, khususnya di Jakarta.

Anies-Sandi akan Tingkatkan Pasar Tradisional di Jakarta

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas