logo


KKP Prioritaskan Budidaya Perikanan di Laut

Dari potensi lahan seluas 12 juta hektar (ha) baru di realisasikan seluas 345 ribu hertar (ha)

20 Maret 2017 15:29 WIB

Budidaya ikan dengan metode keramba jaring apung (KJA) lepas pantai (KJA Offshore).
Budidaya ikan dengan metode keramba jaring apung (KJA) lepas pantai (KJA Offshore). aquatec.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dirjen Perikanan Budidaya (KKP), Slamet Soebakto, mengatakan bahwa bidang budidaya laut merupakan prioritas dalam kebijakan pembangunan perikanan nasional mengingat banyak potensi di Indonesia yang masih dapat dimanfaatkan.

"Dari lautnya saja, yang terbesar masih ikan kerapu, kakap, bawal bintang dan kekerangan. Ke depan ini saya kira ikan-ikan yang lain perlu digenjot terus, di samping kekerangan. Karena ini bagus sekali sebagai sumber protein dan peningkatan pendapatan masyarakat," ungkapnya, senin (20/3/2017).

Diketahui bahwa Indonesia memiliki potensi lahan perikanan budidaya laut seluas 12 juta hektar (ha). Sementara hingga saat ini baru dimanfaatkan sekitar 2,6 persen atau setara dengan 325 ribu hektar (ha).


Tingkatkan Produksi Perikanan Tangkap, Susi: Harus Gencar Melakukan Inovasi

Pada tahun 2017 KKP mulai memperkenalkan penggunaan teknologi yang canggih untuk budidaya perikanan di laut atau lebih dikenal dengan KJA offshore. Teknologi ini diadopsi dari Norwegia untuk budidaya perikanan lepas pantai.

Nantinya teknologi itu akan diterapkan terlebih dahulu di 3 wilayah yakni Pangandaran, Karimun Jawa dan kota Sabang. Dari ketiga lokasi itu, akan di prioritaskan untuk budidaya kakap putih dengan target 2.415 ton.

RI dan Arab Saudi Sepakat Perluas Ekspor Perikanan ke Timur Tengah

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari