logo


Ini Imbauan Wiranto Supaya Indonesia Terhindar dari Perpecahan

Menurutnya, ancaman-ancaman perpecahan yang paling berbahaya adalah yang terselubung, sehingga tidak nampak begitu saja oleh mata.

20 Maret 2017 10:08 WIB

Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan dalam Perayaan Cap Go Meh bersama 2017 yang diadakan Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT), Minggu (19/3/2017).
Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan dalam Perayaan Cap Go Meh bersama 2017 yang diadakan Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT), Minggu (19/3/2017). Twitter @PolhukamRI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan bahwa ancaman terbesar perpecahan Indonesia justru berasal dari dalam negeri itu sendiri. Hal tersebut disampaikan Wiranto ketika memberikan sambutan dalam Perayaan Cap Go Meh bersama 2017 yang diadakan oleh Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT), di Jakarta, Minggu malam (19/3/2017).

Menurutnya, ancaman-ancaman perpecahan yang paling berbahaya adalah yang terselubung, sehingga tidak nampak begitu saja oleh mata. 

"Kejahatan narkoba, terorisme, radikalisme, korupsi, illegal loggingillegal fishing dan sebagainya, itu ada dan kelihatan. Tapi, sebenarnya yang sangat berbahaya adalah ancaman perpecahan dari bangsa sendiri," kata Wiranto.


Ini 'Surat Sakti' Ridwan Kamil Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Wiranto kemudian mengatakan bahwa masyarakat harus menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Masyarakat harus selalu ingat bahwa Indonesia bukan milik satu kelompok saja, melainkan milik bersama. Wiranto juga mencontohkan bagaimana Islam tumbuh sebagai agama mayoritas di Indonesia, namun para tokohnya mampu memberikan contoh toleransi yang positif terhadap agama-agama minoritas lainnya.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang penduduknya paling besar beragama Islam. Tapi, ketika negara ini didirikan, para tokoh Islam tidak memaksakannya sebagai negara Islam. Itulah semangat toleransi, mengingat masih ada agama lainnya yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Semangat seperti itulah yang harus kita rawat dan kita jaga," katanya lagi.

Toleransi, lanjut Wiranto, merupakan wujud cinta kasih dan saling menyayangi. Dengan memiliki rasa toleransi, masyarakat akan memiliki rasa empati terhadap sesama, mampu merasakan kesulitan yang dirasakan orang lain, dan bersedia membantu jika seseorang mengalami kesulitan. 

Wiranto Temui Direksi Freeport, Bahas Apa?

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari