logo


Akan Ada Pasukan Merah Jika Ahok-Djarot Terpilih

Persyaratan untuk menjadi pasukan merah tidak memerlukan ijazah, yang terpenting bisa baca dan tulis serta mau bekerja.

19 Maret 2017 17:35 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat memberikan salam usai memberikan pernyataan penutup dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (10/2).
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat memberikan salam usai memberikan pernyataan penutup dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (10/2). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan pihaknya akan melibatkan Pasukan Merah dalam pelaksanaan Program Rumah Kumuh. 20 orang akan direkrut untuk menjadi Pasukan Merah itu.

Pasukan merah tersebut berfungsi sebagai petugas yang memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak. Djarot juga menandaskan bahwa fokus pasukan merah adalah memperbaiki material bangunan rumah tinggal.

Hal itu disampaikan Djarot saat melakukan kunjungan ke Klender Klender, Jakarta Timur, Minggu (19/3/2017).

"Untuk program Rumah Kumuh, di Klender itu masing-masing kelurahan akan direkrut 20 orang pasukan merah, untuk memperbaiki rumah-rumah kumuh, mereka akan dididik sebagai tukang baja ringan, keramik, tukang batu" ujar Djarot di hadapan warga.


Djarot Minta Kementan Tangani Harga Ayam

Para pasukan merah, kata Djarot, akan direkrut menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL) dan digaji serta diberikan tunjangan kesehatan, seperti petugas PPSU alias pasukan oranye.

"Mereka akan diambil sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) dan dibayar sesuai upah minimum regional (UMR) dan tunjangan kesehatan," ungkap Djarot.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pengurus RT di wilayah mendata warga yang dapat direkrut menjadi pasukan merah. Persyaratan untuk menjadi pasukan merah tidak memerlukan ijazah, yang terpenting bisa baca dan tulis serta mau bekerja.

"(Cari) yang mau bekerja, ijazah enggak perlu, yang penting mau bekerja dan bisa baca tulis," ujar Djarot.

Para warga yang nantinya direkrut menjadi pasukan merah, diutamakan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan, sehingga bisa dididik dan diberikan pelatihan

"Terutama mereka yang belum punya pekerjaan, (mereka) ini perlu diambil untuk memperbaiki rumah kumuh," tegas Djarot.

Hasto Lempar Kode Ada Parpol Baru Dukung Ahok-Djarot

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas