logo


Bawaslu Tegur Ahok, Djarot Bilang Begini

Djarot merasa bingung lantaran Bawaslu mewajibkan seluruh agenda keduanya, baik Ahok maupun Djarot, harus dilaporkan ke Bawaslu. Termasuk agenda keluarga.

19 Maret 2017 14:59 WIB

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat melakukan blusukan di kawasan di Munjul, Jakarta Timur, Rabu (8/3).
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat melakukan blusukan di kawasan di Munjul, Jakarta Timur, Rabu (8/3). Jitunews/Citra Fitri Mardiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat turut buka suara terkait teguran Bawaslu kepada Calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Djarot merasa bingung lantaran Bawaslu mewajibkan seluruh agenda keduanya, baik Ahok maupun Djarot, harus dilaporkan ke Bawaslu. Termasuk agenda keluarga.

"Kalau misalnya saya datang ke pasar sama keluarga, mereka kumpul, kampanye nggak? Nggak mungkin kita daftarkan," ungkap Djarot usai blusukan di Klender, Jakarta Timur, Minggu (19/3/2017).

Bagi Djarot, tidak semua agenda keduanya harus dilaporkan ke Bawaslu. Sebab, tidak semua kegiatannya merupakan bentuk kampanye.

"Kalau setiap aktifitas saya didaftarkan ya repot ya, contoh saya mau potong rambut nih sama keluarga, masa kita ke Bawaslu," jelas Djarot.

Sebagai contoh, kata Djarot, jika ia harus melaporkan kepada Bawaslu urusan nonton bioskop bersama putri-putrinya.

"Mau nonton bioskop sama anak 'gue', masa (lapor) ke Bawaslu," ucap Djarot.


Mega Percaya Kekuatan Ibu-ibu Bisa Menangkan Ahok-Djarot di Putaran Kedua

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Mimah Susanti menjelaskan pihaknya telah menemukan dan menerima laporan dugaan kegiatan kampanye ilegal sejak 16 Februari.

Laporan dan temuan indikasi kampanye ilegal melibatkan kegiatan dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur ibu kota, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

Mega: Kebanyakan yang Saya Pilih Selalu Sukses

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas