logo


Mengembalikan Nama Baik Tan Malaka

Tan Malaka dicap komunis oleh regim Orde Baru. Sedangkan Soekarno memberinya gelar pahlawan. Ia juga bergelar Mualim Hafiz Al-Quran.

19 Maret 2017 05:00 WIB

Tan Malaka
Tan Malaka Ist

KEDIRI, JITUNEWS.COM – Datuk Tan Malaka adalah tokoh adat Minangkabau, legenda pahlawan nasional Indonesia yang anti imperialisme dan kapitalisme bangsa asing. Presiden Soekarno memberinya gelar kepahlawanan. Tetapi kemudian namanya dikucilkan, bahkan mengalami pembunuhan karakter karena dicap komunis oleh penguasa Orde Baru.   

Nama popularnya Tan Malaka. Tetapi di kampung halamannya dipanggil ”Ibrahim.” Nama lengkapnya Ibrahim Tan Malaka. Di kampung halamannya, Ibrahim pucuk pimpinan adat di Kelarasan Bungo Setangkai yang membawahi 142 Niniak Mamak atau penghulu/kepala kaum/kepala kaum di wilayah Tiga Nagari dari Kecamatan Suliki dan Gunung Omeh di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Ibrahim menyandang gelar Datuk Tan Malaka yang merupakan gelar yang sangat dihormati sebagai raja dari ratusan kepala kaum di kampungnya. 

Sejak dahulu, pria Minang memang dituntut mencari tantangan merantau untuk memiliki bekal ilmu dan pengalaman guna dibawa ke kampung halaman. Kepergian Ibrahim merantau membuat pucuk pimpinan adat Kelarasan Bungo Setangkai menjadi kosong. Lalu sesepuh adat memutuskan memberikan gelar Datuk Tan Malaka kepada keponakan dari garis keturunan ibu sesuai adat Minang. Keputusan ini diambil lantaran Ibrahim alias Tan Malaka tidak memiliki istri dan anak sebagai pewaris gelar.     


Animator Asal Indonesia Ini Sukses di Kancah Internasional

Tak ada kisah tentang jejak asmara Tan Malaka. Pria flamboyan kelahiran Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, 2 Juni 1897 menghabiskan waktunya untuk pergerakan politik sejak pra-kemerdekaan di dalam hingga di luar negeri. 

Yang menjadi miris, kepergian Ibrahim merantau akhirnya tidak pernah kembali ke kampung halaman. Bahkan sempat lama tidak jelas jejak nasib masa akhir hidupnya.   

”Kami mencarinya sejak 60 tahun silam,” kata Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, pimpinan rombongan untuk memindahkan jasad Tan Malaka dari Kediri, Jawa Timur ke kampung halamannya, setelah diketahui jasad Tan Malaka dikebumikan di lereng Gunung Wilis, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. 

Eko Sulistyo, Sang Juru Taktik Komunikasi Politik Jokowi

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi