logo


Dirjen PKH Lakukan Inseminasi Buatan Massal Sapi

Ini dilakukan agar sapi-sapi milik peternak cepat bunting

17 Maret 2017 00:48 WIB

Dirjen PKH Lakukan Inseminasi Buatan Massal Sapi
Dirjen PKH Lakukan Inseminasi Buatan Massal Sapi Ist

TANJUNGPINANG, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita dan Bupati Bintan bersama Kelompok Peternak dan masyarakat melakukan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) massal.

"Ini dilakukan agar sapi-sapi milik peternak cepat bunting, sehingga terjadi peningkatan populasi sapi di Kabupaten Bintan," ujar I Ketut Diarmita, dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Kamis (16/3).

Ketut Diarmita menyampaikan, kegiatan IB merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang menjadi pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi.


Mentan Segerakan Inseminasi Buatan dan Lelang 50.000 Indukan Sapi

"Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak," ungkap Dirjen PKH.

Ia beranggapan, peternak sebagai tulang punggung peternakan nasional sudah saatnya harus berjaya.

"Untuk itu, pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional tahun 2017 difokuskan melalui Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang merupakan suatu kegiatan terintegrasi dalam rangka percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak," ungkap Dirjen PKH.

Dirjen PKH sangat mengapresiasi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh kelompok peternak Tunas Muda di Bintan dalam menyejahterakan anggotanya.

"Semoga ke depannya Kelompok Peternak ini, tidak hanya bergerak pada pengembangan peternakan sapi, tapi bisa berkembang dengan memanfaatkan limbah peternakan" ujar Dirjen PKH.

Dirjen PKH juga mengajak para peternak agar dapat memanfaatkan bantuan premi asuransi yang sudah diluncurkan pemerintah sejak tahun 2016.

"Adanya asuransi ternak sapi diharapkan dapat menjamin keberlangsungan usaha dan memungkinkan sapi sebagai agunan bila memerlukan pinjaman modal untuk peningkatan usaha" ungkap I Ketut Diarmita.

Saat ini Ditjen PKH mengelola 10 UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perbibitan, yaitu 3 UPT penghasil benih dan 7 UPT penghasil bibit yang hasilnya untuk disebarkan ke peternak dalam rangka meningkatkan kualitas produksi daging sapi potong.

Selain UPT milik Pusat, juga dikembangkan UPT Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan memicu perkembangan populasi sapi di Indonesia, sehingga dapat meningkat terus dari tahun ke tahun.

Bupati Bintan, H Apri Sujadi menyampaikan, saat ini di Kabupaten Bintan terdapat 750 ekor sapi dengan kebutuhan kurang lebih 96 ton, kondisi ini memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Sebagai daerah perbatasan, Bintan akan berupaya mengembangkan potensi dengan baik karena dari segi sektor geografis sangat menguntungkan, sedangkan dari jumlah peternak masih memungkinkan dan lahan masih luas. Insya Allah ke depannya akan kami terus kembangkan, dan kami akan merangsang peternak untuk lebih maju lagi," tukasnya.

Lebih lanjut, Bupati Bintan mengatakan, tahun ini Kabupaten Bintan memiliki target IB sebanyak 102 ekor akseptor dengan target kebuntingan 60 ekor.

"Harapannya Kabupaten Bintan dapat mendukung untuk keberhasilan UPSUS SIWAB", tambah Bupati Bintan.

 

Inseminasi Buatan Jadi Strategi Kementan Tingkatkan Produktivitas Sapi Perah

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×