logo


Kebijakan Imigrasi di Tolak Pengadilan Federal Hawaii, Trump Protes Keras

Kebijakan kontroversial Donal Trump kembali mendapat penolakan

16 Maret 2017 12:17 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. REUTERS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan yang digagas oleh presiden baru Amerika Serikat, Donal Trump tentang keimigrasian kembali menuai penolakan sejumlah pihak.

Pengdilan federal Hawaii memutuskan untuk menolak revisi kebijakan keimigrasian yang dicetuskan oleh presiden Trump. Putusan itu cukup membuatnya geram. Ia berjanji akan terus melawan penolakan tersebut agar kebijakanya terrealisasikan.

Pihaknya bersumpah akan melawan sampai ke Mahkamah Agung. Di lansir dari AFP Presiden Donal Trump menyatakan protes kerasnya terhadap penolakan kebijakanya itu. 


Kader PDIP dan Demokrat Juga Ikut ke Amerika Serikat

"Hukum yang ada dalam konstitusi memberikan wewenang pada presiden untuk menangguhkan imigrasi, ketika dia menganggapnya berada dalam kepentingan nasional negara kita,"ungkapnya.

Lebih lanjut, Trump akan memperjuangkan kebijakan yang telah ditolak oleh pengadian federal Hawaii itu. "Kita akan memperjuangkan ini sejauh yang diperlukan, termasuk membawanya ke Mahkamah Agung. Kita akan menang," tandasnya.

Sementara itu, Hakim dari pengadilan Federal Hawaii, Derrik Watson menyatakan bahwa revisi kebijakan itu berpotensi menargetkan warga muslim.

"Seorang pengamat yang objektif dan masuk akal akan menyimpulkan bahwa Perintah Eksekutif itu dikeluarkan dengan tujuan merugikan agama tertentu," tutur Derrik.

Politik Luar Negeri Amerika Serikat di Bawah Presiden Baru Terpilih

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari