logo


Sekilas Tentang Hasyim Muzadi

Hasyim Muzadi bisa dikatakan sebagai salah satu tokoh intelektual Islam utama.

16 Maret 2017 10:24 WIB

KH Hasyim Muzadi
KH Hasyim Muzadi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kullu nafsin dzaiqotul maut, demikian disampaikan oleh putra KH Hasyim Muzadi, Yusron Shidqi saat menyampaikan kabar duka. Sekitar pukul 06.15 WIB, Hasyim Muzadi menghembuskan nafas terakhirnya di Malang, Jawa Timur dalam usia 72 tahun. Sedianya jenazah akan dimakamkan di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kullu nafsin dzaiqotul maut. Lahu ma akhodz wa lahu ma a'tho. Telah wafat KH Ahmad Hasyim Muzadi, ghafarallahu lahu, pada pagi ini, hari kamis, 16 maret 2017 pada pukul 6.15 WIB," demikian ucap Yusron Shidqi, melalui pesan onlinenya.

KH Hasyim Muzadi lahir di Bangilan, Tuban, pada 8 Agustus 1944. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang yang mana sebelumnya sempat menimba ilmu di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor sejak 1956 hingga 1962.


Minta RUU HIP Dicabut, PBNU: Diubah Saja Jadi RUU BPIP

Karena keilmuannya, Hasyim Muzadi bisa dikatakan sebagai salah satu tokoh intelektual Islam utama. Hingga akhirnya KH Hasyim Muzadi dipercaya memimpin Nahdlatul Ulama sebagai ketua umum pada periode 1999 hingga 2010 menggantikan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada 6 Mei 2004, KH Hasyim Muzadi mencoba peruntungannya dengan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Saat itu pasangan Mega-Hasyim berhasil maju hingga putaran kedua menyisihkan pasangan Wiranto-Salahddin Wahid, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo dan Hamzah Haz-Agum Gumelar. Namun hasil akhir dari Pilpres 2004 memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Hasyim muda menempuh jalur pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada 1950 yang kemudian menuntaskan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada 1969.

Sepanjang hidupnya, KH Hasyim Muzadi sempat menulis sejumlah buku seperti 'Membangun NU Pasca Gus Dur, Grasindo, Jakarta, 1999', 'NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, Logo, Jakarta, 1999', 'Menyembuhkan Luka NU, Jakarta, Logos, 2002'.

Suami dari Hj. Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada 1986 ketika masih bernaung di bawah Partai Persatuan Pembangunan.

PBNU Usul RUU HIP Diganti RUU BPIP, Begini Tanggapan MPR

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah