logo


KKP Dorong Budidaya Kerang Mutiara Berkelanjutan Demi Kelestarian Alam

Ditjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, mengatakan, selain mudah dan murah, kegiatan budidaya kerang mutiara dapat memberikan keuntungan yang besar.

16 Maret 2017 07:45 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, saat membuka pameran dan talkshow “Kilau Mutiara & Pesona Biota Laut Indonesia” di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (15/3).
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, saat membuka pameran dan talkshow “Kilau Mutiara & Pesona Biota Laut Indonesia” di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (15/3). ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam optimalisasi pemanfaatan ruang laut untuk kegiatan budidaya ikan. Dan, salah satu komoditas yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan adalah kekerangan, tak terkecuali kerang mutiara.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, mengatakan, selain mudah dan murah, kegiatan budidaya kerang mutiara dapat memberikan keuntungan yang besar. Dan diketahui, saat ini wilayah penghasil kerang mutiara adalah Papua Barat, Maluku, Bali dan NTB. Slamet pun berharap budidaya mutiara dapat berkembang ke wilayah lainnya.

"Beberapa hal yang dilakukan oleh KKP untuk mendorong industri budidaya kerang mutiara adalah pertama pemetaan zonasi, dimana kita akan memastikan untuk lokasi-lokasi yang aman untuk budidaya. Kedua, KKP senantiasa meningkatkan kualitas mutiara melalui kegiatan perekayasaan genetik untuk menghasilkan benih serta induk yang bermutu yang dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budidaya yang membidangi, yaitu di Karangasem Bali dan Lombok. Dan ketiga Pemberdayaan masyarakat, dimana kami mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, melalui pola segmentasi usaha," tutur Slamet saat membuka pameran dan talkshow “Kilau Mutiara & Pesona Biota Laut Indonesia” di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (15/3).


Slamet Soebjakto: DPJB Akan Bangun Hatchery Rajungan Skala Rakyat

Lebih lanjut Slamet mengatakan, sesuai arahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, DJPB mendorong kegiatan budidaya kerang mutiara yang dilaksanakan harus secara berkelanjutan untuk mendukung kelestarian sumber daya alam.

"Budidaya kerang mutiara harus terus digalakkan agar masyarakat tidak terus menerus mengambil atau menangkap kerang mutiara dari alam," tukas Slamet.

Slamet juga menyampaikan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan sangat memperhatikan keberlanjutan kelestarian laut. Kata Slamet, Menteri Susi selalu mengingatkan untuk tidak membuang sampah di laut, termasuk sampah plastik. Kepedulian ini dimulai di lingkungan kantor KKP dengan memberlakukan denda bagi pegawai yang masih menggunakan plastik kresek.

"Keterlibatan masyarakat pesisir merupakan elemen penting dalam kegiatan budidaya kerang mutiara. Selain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, keberlanjutan usaha akan jadi lebih terjamin," ungkap Slamet.

Dalam rangka mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam kegiatan budidaya kerang mutiara, kata Slamet, dapat dilakukan dengan pola segmentasi usaha.

"Masyarakat dapat diberdayakan untuk membudidayakan benih sampai dengan ukuran 7 -10 cm, selanjutnya hasil budidaya masyarakat dapat dijual kepada perusahaan pembesaran kerang mutiara untuk menghasilkan mutiara berkualitas," lanjut Slamet.

"Segmentasi usaha dilakukan sebagai upaya untuk mengurai eksklusifitas perusahaan budidaya mutiara, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Mutiara Laut Indonesia, Nunik Anurningsih, menyampaikan pentingnya menghargai laut Indonesia dengan menjaga ekosistemnya.

"Wanita Indonesia dapat tampil anggun dengan mutiara laut sambil membela negeri dengan mencintai produk negeri sendiri. Penambangan mutiara alam atau natural pearls harus dihentikan, karena sebagian besar kerang yang diburu merupakan jenis kerang yang dilindungi," ujar Nunik.

Hal senada juga disampaikan oleh Veda Santiadji, Deputy Director Coral Triangle Program WWF. Menurutnya, mutiara yang dihasilkan di Indonesia adalah mutiara yang terbaik di dunia yang harus dijaga kelestariannya.

Kemudian, Slamet menambahkan, ketika pembudidaya bersama-sama dengan stakeholder bidang kerang mutiara bersinergi, maka diharapkan tidak ada lagi ketergantungan dengan hasil dari alam, sehingga dapat terwujud perikanan budidaya yang mandiri dan berkelanjutan.

Slamet Soebjakto : Budidaya Minapadi di Sleman, Memuaskan!

Halaman: 
Penulis : Riana