logo


Kabupaten Lingga Siapkan 100 Hektar Kebun Hijauan Pakan Indigofera

konsep penyiapan pakan hijauan Indigofera yang dilakukan Bupati Lingga adalah tindakan yang sangat tepat untuk menarik investor menamankan modalnya di bidang peternakan.

15 Maret 2017 15:24 WIB

Tanaman Indigofera.
Tanaman Indigofera. Istimewa

KEPRI, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Drh. I Ketut Diarmita, MP memberikan apresiasi terhadap upaya Bupati Lingga Kepulauan Riau (Kepri) Alias Wello untuk mempercepat masuknya investasi di bidang peternakan di wilayah kerjanya. Salah satu upaya yang akan dilakukan saat ini yaitu dengan menginisiasi pembangunan perkebunan tanaman Indigofera sebagai hijauan pakan ternak seluas 100 Hektar.

Lebih lanjut I Ketut Diarmita menyampaikan, pakan merupakan variabel biaya produksi terbesar yang mencapai sekitar 60%-70% dari total biaya produksi dalam usaha peternakan. Apabila biaya pakan dapat lebih efisien dan ekonomis, maka peternak akan mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan.

“Ketersediaan pakan memiliki peranan penting terhadap peningkatan produksi ternak, sehingga perlu mendapatkan perhatian baik secara ketersediaan maupun kualitasnya,” ungkap I ketut Diarmita melalui rilis Kementan, Rabu (15/3).


Beromzet Puluhan Juta, Ini Rahasia Sukses Misir Jalankan Usaha Budidaya Ikan Hias

“Usaha Bapak Bupati Lingga ini sungguh luar biasa dan patut kita apresiasi. Pantas saja Bapak Menteri Pertanian selalu menyebut nama Lingga sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan pertanian di wilayah perbatasan Singapura dan Malaysia,” imbuhnya.

Menurut I Ketut Diarmita, konsep penyiapan pakan hijauan Indigofera yang dilakukan Bupati Lingga adalah tindakan yang sangat tepat untuk menarik investor menamankan modalnya di bidang peternakan. Apalagi posisi geografis Kabupaten Lingga yang berdekatan dengan pasar potensial seperti Batam, Singapura dan Malaysia.

Penanaman Indigofera sejalan dengan kegiatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan  melalui Gerakan Penanaman dan Pengembangan Pakan Berkualitas (GERBANG PATAS). “Kegiatan ini merupakan sinergitas program yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” kata I Ketut Diarmita. 

Indigofera merupakan salah satu jenis leguminosa yang memiliki nutrisi tinggi (PK 22-30%), selain itu tanaman ini memiliki kemampuan memulihkan kesuburan tanah, serta fungsi konservasi lingkungan. Penanaman dilakukan dapat dimanapun, seperti di pekarangan rumah, pinggir jalan dan lahan-lahan kosong lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Lingga. 

“Upaya yang akan dilakukan oleh Bupati Lingga dalam mengembangkan peternakan di sini sudah tepat. Pakannya disiapkan dulu, baru ternaknya datang” kata I Ketut Diarmita. Dirjen PKH ini menyampaikan, akan membantu untuk benih Indigofera dan benih hijauan pakan lainnya yang akan dikirim dari Jakarta. “Tolong pak Bupati segera buatkan jadwalnya untuk penanaman perdananya, saya akan datang ke Lingga ikut menanam,” ujarnya menambahkan.

“Pengembangan perkebunan tanaman Indigofera ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mempercepat masuknya investasi di bidang peternakan di kabupaten Lingga. Ketersediaan hijauan pakan merupakan kebutuhan paling mendasar dalam bisnis peternakan sapi. Makanya, kami langsung siapkan lahan 100 Hektar untuk segera ditanami Indigofera”, ungkap Bupati Lingga.

Bupati Lingga menyampaikan, jika pilot project perkebunan Indigofera seluas 100 hektar itu berhasil, Beliau tidak akan segan-segan mengembangkannya lebih luas lagi. Apalagi dalam beberapa hari ini sudah ada salah satu perusahaan pakan pakan ternak yang menyatakan minat membangun industri konsentrat hijau utama Indigofera di Lingga.

"Ini kabar gembira buat Kabupaten Lingga. Saya juga barusan dapat informasi bahwa ada perusahaan ternak domba yang minat investasi di Lingga untuk memenuhi kebutuhan daging domba di pasar Singapura. Saya yakin, jika pakannya sudah kita siapkan, ternaknya akan datang dengan sendirinya,” ujar Bupati Lingga.

Mendulang Untung dari Budidaya Ayam Hias, Tertarik?

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan