logo


Megawati dan Puan Hadiri Seminar Kerjasama Rantau ASEAN Tentang Kekerasan terhadap Anak

Tampil sebagai pembicara kunci dalam seminar ini, Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, yang membahas sepenuhnya menekankan pada manfaat pendidikan keluarga sebagai peletak dasar pendidikan budi pekerti.

15 Maret 2017 00:00 WIB

Megawati dan Menko Puan Hadiri Seminar Kerjasama Rantau ASEAN Tentang Kekerasan terhadap Anak
Megawati dan Menko Puan Hadiri Seminar Kerjasama Rantau ASEAN Tentang Kekerasan terhadap Anak Dok. Kemenko PMK

KUALALUMPUR, JITUNEWS.COM - Menko PMK, Puan Maharani menghadiri seminar Kerjasama Rantau ASEAN dalam Memberantas Jenayah Seksual Kanak- kanak di gedung Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC) Kuala Lumpur, Selasa (14/3). Menghadiri seminar ini merupakan agenda hari kedua Menko puan di Kuala Lumpur setelah kemarin berkunjung ke SIKL dan pusat penampungan TKI illegal.

Tampil sebagai pembicara kunci dalam seminar ini, Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, yang membahas sepenuhnya menekankan pada manfaat pendidikan keluarga sebagai peletak dasar pendidikan budi pekerti.

“Negara Indonesia adalah negara merdeka yang telah memberikan kehidupan berdasarkan prinsip kesetaraan yang adil bagi rakyatnya. Kaum perempuan dan anak bagian tersendiri dalam peradaban Indonesia sebagai bangsa yang adil dan makmur,” papar Megawati memulai uraiannya.


Menko PMK Bagikan 1.265 KIP untuk Siswa di Kota Ambon

Prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, tambahnya, dibangun rasa saling menyayangi dan menghormati. Tidak ada saling meniadakan ataupun mendominasi. Namun, tidak dipungkiri pula kalau masih banyak terjadi aksi kekerasan terhadap perempuan baik fisik maupun psikologis, baik di ranah pribadi maupun ranah publik.

“Bagi saya, perlindungan terhadap perempuan adalah perlindungan terhadap anak-anak. Demikian pula dengan perlindungan terhadap anak adalah perlindungan terhadap perempuan,” kata Megawati lagi.

Maka, semasa Pemerintahannya di tahun 2000 lalu, untuk upaya perlindungan perempuan dan anak, Megawati melahirkan sejumlah produk regulasi, antara lain meratifikasi Konvensi ILO 182/1999 tentang Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak yang kemudian menjadi Undang-undang negara.

Dua tahun kemudian, disahkannya Undang-undang No.23/2002 tentang Perlindungan Anak. Megawati juga menandatangani Keputusan Presiden, yaitu Keputusan Presiden tentang Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak, Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak, dan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Selanjutnya, di penghujung jabatan saya sebagai Presiden, saya mensahkan lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Kekerasan terhadap perempuan terjadi, menurut Megawati, adalah karena faktor kemiskinan dan pandangan nilai budaya yang mempersempit kiprah kaum perempuan.

“Maka, pandangan dan nilai tradisi itu yang harus kita ubah melalui skenario kebudayaan untuk menjadikan warga negara setara dan tidak membeda-bedakan agama, suku, ras, dan status sosialnya.” Demikian Megawati menutup pidatonya.

Kunjungi Ambon, Menko PMK Mendampingi Presiden Bagikan Sejumlah Bantuan

Halaman: 
Penulis : Riana