logo


Sony Tengarai Pemasangan Spanduk Provokatif Erat dengan Isu Politik

Sony mengantisipasi peluang terjadinya perpecahan yang semakin terlihat tersebut dengan tindakan penertiban spanduk-spanduk provokatif.

14 Maret 2017 14:58 WIB

Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. beritajakarta.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (Sony) meyakini pemasangan spanduk provokatif yang banyak ditemui di masjid-masjid, bukan dilakukan oleh pengurus masjid masing-masing.

"Kalau ada barang dipasang pasti ada yang memasang, gak mungkin pasang sendiri, nah sekarang yang pasang siapa boleh saja dugaan macam macam tapi saya yakin bahwa bukan pengurus agama yang sengaja pasang karena huruf spanduknya sama," ungkap Sony di Balai Kota Jakarta, Selasa (14/3).

Sony justru menilai spanduk provokatif yang terpasang justru erat kaitannya dengan unsur politik. Sehingga dirinya menduga pelaku pemasangan spanduk juga berasal dari oknum politik.


Wisatawan Asal Bogor Tenggelam di Sukabumi

"Semua langkah pasti ada unsurnya. Kalau menjelang pilkada, kalau bukan politik apa unsurnya. Pertanyaannya politik mana dan apa belum bisa didefinisikan," ujarnya.

Lebih lanjut Sony mengantisipasi peluang terjadinya perpecahan yang semakin terlihat tersebut dengan tindakan penertiban spanduk-spanduk provokatif. Upaya tersebut diakuinya juga telah mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat, agar dalam hal ini warga juga ikut berperan aktif untuk menjaga kedamaian dengan menurunkan spanduk yang bernilai provokatif.

"Kami sudah hubungi tokoh masyarakat dan mereka dukung langkah kami untuk turunkan spanduk yang sudah tidak begitu kondusif dalam arti memberikan pendidikan politik yang salah kepada masyarakat. Apapun unsur motifnya harus ditertibkan. m
Misi saya menjaga ketentraman dan ketertiban umum," jelasnya.

Pers Indonesia Berduka. Selamat Jalan, Bang Leo Batubara!

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah