logo


Dunia Dilanda Flu Burung, Indonesia Justru Lakukan Ekspor Ayam Olahan

Pangsa pasar ekspor sendiri Indonesia tidak hanya mengandalkan ayam olahan saja tetapi juga telur tetas.

14 Maret 2017 12:28 WIB

Ilustrasi ayam yang terjangkit virus flu burung.
Ilustrasi ayam yang terjangkit virus flu burung. baaghi.tv

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan) Sujarwanto mengatakan bahwa langkah ekspor ayam olahan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan perunggasan saat ini merupakan sebuah bukti nyata bahwa Indonesia aman dari penyakit penyakit flu burung atau flu unggas.

"Adanya langkah eksport ayam olahan ini menujukan bahwa Indonesia aman dari penyebaran penyakit flu burung yang saat ini sudah terindikasi di sejumlah negara di dunia," demikian kata Sekretaris Badan Karantina Kementerian Pertanian(Kementan), Sujarwanto, di Jakarta, Senin (13/3).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejak awal pemerintah dalam hal ini badan karantina pertanian sudah secara masif melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian flu burung di Indonesia.


Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

"Dengan adanya langkah pengendalian yang masif ini, maka buktinya kita sudah bisa merambah ke pasar ekspor," demikian katanya.

Ia juga mengatakan dengan terbukanya peluang eksport berarti ada pengakuan dari negara tujuan eksport kita bahwa Indonesia benar-benar sudah bebas dari peredaran penyakit tersebut.

"Ini merupakan sebuah kesempatan yang besar bagi kita untuk bisa memanfaatkan peluang pasar yang ada, baik di dalam negeri maupun pasar Eksport yang sudah mulai terbuka lebar," ujarnya.

Menurutnya, untuk pangsa pasar ekspor sendiri Indonesia tidak hanya mengandalkan ayam olahan saja tetapi juga telur tetas. Yang mana keduanya sama-sama telah masuk ke pasar ekspor. Selain itu sarang burung walet asal Indonesia juga sudah menjadi andalan ekspor.

"Kalau sarang burung walet permintaannya terus mengalami peningkatan. Ini menujukan bahwa Indonesia mampu menjaga keamanan sektor ternak unggas dalam negeri dan menjaga kualitas ekspor hasil pangan dalam negeri," tukasnya.

Seperti kita ketahui pada saat ini penyakit flu burung kembali menjadi momok besar untuk ternak unggas di dunia. Pasalnya sampai saat ini sekitar 40 negara sudah terindikasi hewan ternaknya terkena virus flu burung.

Penyakit flu burung atau flu unggas sendiri adalah penyakit pada ternak unggas yang disebabkan oleh Virus avian infuenza (AI) jenis H5N1.

Agar Distribusi Pupuk Lancar, Kementan Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah