logo


Tolak Angkutan Berbasis Online, Ratusan Sopir Long March Menuju Kantor DPRD Bali

Sopir angkutan umum konvensional ancam blokir taksi online jika tuntutan tidak terpenuhi

14 Maret 2017 11:22 WIB

Aksi sopir angkutan umum di Bali menolak taksi online.
Aksi sopir angkutan umum di Bali menolak taksi online. Dok. Kompas.com

DENPASAR, JITUNEWS.COM - Demonstrasi penolakan Angkutan Umum berbasis Online kembali terjadi. Hari ini, Selasa (14/3/2017) ratusan sopir yang tergabung dalam aliansi sopir transportasi (All Star) di Bali, melakukan aksi Long March sejauh 10 km menuju kantor DPRD Bali guna menyampaikan orasinya.

Koordinator aksi, Ketut Witra menuntut wakil rakyat untuk menghentikan beroperasinya taksi online Uber dan Grab di Bali. Ia menuntut agar pemerintah bertindak tegas terkait persoalan itu.

"Kami minta pada wakil rakyat agar hentikan beroperasinya taksi onlien Uber dan Grab di Bali," Ucap Ketut Witra.


Ahok Bilang Taksi Online Wajib Uji Kir

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan dalam orasinya bahwa taksi online belum sah di Indonesia terkait masalah perizinan yang tertuang pada peraturan menteri perhubungan nomor 32 tahun 2016 bahwa mobil pribadi tidak boleh jadi alat transportasi umum. Jika diubah menjadi transportasi umum maka harus ada izin yang jelas.

Sejumlah sopir angkutan umum konvensional mengaku pendapatanya turun drastis ketika taksi online beroperasi di daerah mereka. Namun, Ketut mengatakan bahwa pihaknya tidak takut dengan persaingan asalkan perizinan dari transportasi umum itu jelas.

"Kami tidak takut bersaing sehat, asal perizinan jelas," tegasnya.

Pihaknya memberikan waktu kepada pemerintah untuk mengambil keputusan terkait permasalahn tersebut sampai April mendatang. Ia mengancam akan memblokir taksi online yang beroperasi di Bali jika pemerintah tidak menyelesaikanya dalam batasan waktu yang diberikan.

Taksi Online Bisa Gunakan Plat Hitam

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari