logo


Begini Kronologi Almarhum Nenek Hindun Tidak Boleh di Sholatkan

Sunengsih putri almarhum mengaku kecewa lantaran keinginan ibunya untuk disholatkan di mushola tidak terpenuhi

13 Maret 2017 11:57 WIB

Foto almarhumah nenek Hindun.
Foto almarhumah nenek Hindun. Dok. Liputan6.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kabar mengenai almarhumah nenek Hindun (78) yang tinggal di Jalan Karet Karya, Setiabudi, Jakarta Selatan, sebelumnya sempat heboh lantaran jenazah nenek itu di tolak untuk di sholatkan di Mushola setempat.

Menurut Sunengsih (46) Putri almarhum Hindun, kronologi kejadian itu bermula ketika ibunya meninggal pada hari selasa (7/3) yang lalu, setelah memandikan Jenazah Ibunya, Nengsih menghubungi pengurus Mushola Al-Mukminun dengan maksud untuk meminta ijin agar ibunya segera di sholatkan di Mushola itu.

"Saya ngomong ke Ustaz Syafi'i (pengurus Mushola), 'Pak Ustaz ini ibu saya minta dishalatkan di mushola bisa nggak?' Pak Ustaz langsung jawab, 'Nggak usah, Neng, percuma. Udah di rumah aja. Entar saya pimpin'. Memang benar sih dia pimpin, saya bilang ya udah," ungkapnya.


3 Orang Datangi RS Bhayangkara Ingin Lihat Jenazah Ramlan, Siapakah Mereka?

Meski begitu, Nengsih mengaku kecewa lantaran jenazah ibunya tidak dapat di sholatkan di Mushola. Terlebih ada isu bahwa mushola Al-Mukminun memang menolak menyalatkan jenazah pembela penista Agama.

Tetangga Sunengsih, Syamsul Bahri mengungkapkan hal yang berbeda. Dia menuturkan bahwa warga juga ikut melayat dan menyolatkan almarhum Hindun.

Persoalan Jenazah almarhum yang tidak disholatkan di Mushola, pihaknya memberikan klarifikasi yakni terkait waktu yang kurang pas.

"Untuk klarifikasi bahwa musala tidak mau mensalati itu salah. Karena waktu yang membuat seperti itu. Kenapa? Meninggal pukul 13.30 WIB. Pemandian jam 17.00 WIB, pemandiannya, rempah-rempahnya itu butuh waktu,"tuturnya.

Polisi Belum Autopsi Jenazah Ramlan Pelaku Perampokan Pulomas

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari