logo


Prospek Cerah Budidaya Durian Unggul

Selain mendapat julukan The King of Fruit durian mendapatkan julukan sebagai buah bintang lima

2 Desember 2014 13:04 WIB

Sedangkan Durian Bagong dan Kumbokarno digadang-gadang menjadi saingan Durian Monthong. FOTO : ISTIMEWA
Sedangkan Durian Bagong dan Kumbokarno digadang-gadang menjadi saingan Durian Monthong. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Durian atau Durio zibethinus murr termasuk dalam familia Bombaceae berasal dari hutan daerah tropis di Asia Tenggara. Perkembangan durian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk di Asia Tenggara sejak abad 7 M.

Selain mendapat julukan ‘The King of Fruit’ durian mendapatkan julukan sebagai buah ‘bintang lima’ karena kandungan gizinya yang lengkap dibanding buah yang lain. Di antara kandungan nutrisi yang penting tersebut adalah Vitamin B, Vitamin C, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, Omega 3 dan 6. Selain itu durian juga banyak mengandung phytonurient, polyphenol, phytosterol, antioksidan, organosulfur, dan tryptophan. Phytonutrient yang terkandung dalam buah durian diklaim mampu mematikan zat penyebab kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kanker, diabetes, serta penyakit jantung. Sedangkan kandungan zat phytosterol berguna untuk memperbaiki reaksi anti tumor pada tubuh, memperbaiki daya tahan tubuh terhadap serangan kanker, dan membantu menghambat pertumbuhan tumor. Di samping itu dalam buah durian terkandung zat gizi utama seperti karbohidrat, lemak tak jenuh, dan protein.

Durian tumbuh baik di daerah dengan ketinggian < 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan masih dapat tumbuh pada ketinggian 1.000 m dpl, tetapi produktivitasnya sangat rendah. Durian membutuhkan iklim basah dengan curah hujan 1.500 - 2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Waktu pembungaan dan pembuahan dibutuhkan bulan kering selama 3 bulan dengan curah hujan < 60 mm/bulan dan suhu udara 28° -29° C. Tanah yang cocok untuk penanaman durian sebaiknya gembur, subur dan tanah lapisan bawah tidak berlapis liat yang bersifat kedap air sampai kedalaman 3 meter. Sentra produksi durian di Indonesia adalah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.


Kementan Sosialisasikan Program Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Keunggulan. Di Indonesia terdapat puluhan varietas durian yang diakui keunggulannya oleh Kementerian Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Yaitu Durian Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor), Sunan (Jepara), Otong (Thailand), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Sijapang (Betawi) dan Sihijau (Kalimantan Selatan). Kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB, Sobir, mengatakan keseluruhan varietas durian yang ada dan terbukti unggul sebanyak 86 jenis. “Durian yang tergolong unggul sampai akhir 2012 ada 4, yakni durian Holil dari Mijen Semarang, Kulogaet dari NTB, Temengguk Sakti dari Sumatera Selatan, dan Kanjeng dari Ponorogo, Jawa Timur. Keempatnya sudah teruji dan disertifikasi, benihnya juga sudah tersedia,” papar Sobir.

Menurut pengamat agribisnis, F. Rahadi, setiap tahun Kementerian Pertanian RI selalu merilis varietas unggul baru termasuk durian. Biasanya tiap tahun ada belasan durian yang dirilis Kementerian Pertanian. “Setahu saya, sampai sekarang sudah sekitar 150 klon (varietas) durian yang dilepas Kementerian Pertanian,” terang Rahadi.

Durian Merah asal Banyuwangi, Jawa Timur dan Durian Bagong juga termasuk durian lokal yang mulai banyak diminati konsumen. Namun belum melewati sertifikasi atau pengujian. “Keuntungannya jika ada sertifikasi benih adalah jaminan buahnya sangat istimewa, otomatis menaikkan harga jual,” jelas Sobir.

Durian Merah atau Durio graveolens merupakan salah satu buah durian yang menjadi unggulan di daerah Jawa Timur. Durian ini bisa kita jumpai di Desa Kamiren Kecamatan Glagah dan di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Berbeda dengan durian pada umumnya, biji Durian Merah lebih kecil dan daging buahnya lebih tebal dan lebih manis. Kadar alkoholnya lebih rendah dan aroma buah lebih menyengat. Buahnya berukuran sedang atau sedikit lebih kecil dibanding durian lain. Durian jenis ini tumbuh di daerah tropis pada ketinggian kurang lebih 800 meter diatas permukaan laut. Menurut Sobir, warna merah pada Durian Merah merupakan hasil persilangan antar spesies durio yang belum diketahui karena belum dilakukan pengujian.

Sedangkan Durian Bagong dan Kumbokarno digadang-gadang menjadi saingan Durian Monthong. Pasalnya kualitas daging durian berwana kuning itu memang sangat istimewa. Satu biji durian, ketebalan dagingnya bisa mencapai 2,5 sentimeter dengan biji yang hanya sebesar ujung jari tangan dewasa. Bobotnya pun bisa mencapai 5 kg per buahnya, dengan harga jual lumayan tinggi. Agus Jatmiko Aji, pembibit dan pembudidaya durian dari Mijen, Semarang menjual buah durian Kumbokarno di agrowisata durian miliknya dengan harga Rp 115 ribu/kg.

Menurut  Sobir, pembibitan durian paling bagus menggunakan teknik okulasi. Namun ada satu cara yang sebenarnya terbilang efektif dalam proses perbanyakan ini, yakni penyerbukan. “Durian itu tergolong tanaman yang menyerbuk terbuka. Keberhasilan penyerbukan akan berpengaruh terhadap bentuk buah durian.  Durian akan bagus kalau ada penyerbuknya, seperti Durian Monthong yang penyerbuknya adalah Durian Kani. Makanya Monthong selalu bertetangga dengan Kani, dan tingkat keberhasilannya tinggi. Jadi sebaiknya jika akan menanam durian, pastikan ada pohon durian jenis lainnya sebagai penyerbuk. Kebanyakan masyarakat kita hanya menanam satu jenis durian saja,” ungkap Sobir.

 

 

Kolonel Inf Maruli Simanjuntak Berdayakan Pertanian di Solo Raya

Halaman: 
Penulis : Riana