logo


Dituding Terima US$ 1,4 Juta dari Proyek e-KTP, Mekeng: Saya Korban Fitnah Keji

Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng membantah menerima aliran dana proyek e-KTP sebesar US$ 1,4 juta.

13 Maret 2017 10:50 WIB

Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng.
Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng membantah menerima aliran dana proyek e-KTP sebesar US$ 1,4 juta. Menurutnya, dirinya hanyalah korban fitnah yang dilakukan oleh Andi Agustinus atau Andi Narogong.

"Saya menjadi korban fitnah keji yang dilakukan Andi Agustinus atau Andi Narogong yang seumur hidup saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu," kata Mekeng melalui pesan singkat, Senin (13/3).

Mekeng menjelaskan, pada periode 2014-2019, dirinya menjabat sebagai anggota DPR RI pada Komisi XI, bukannya Komisi II. Oleh sebabnya dirinya sama-sekali tidak pernah membahas proyek e-KTP.


KPK Harus Berani Tuntaskan Kasus e-KTP, yang Menyusahkan Masyarakat

"Saya menjadi Ketua Badan Anggaran pada bulan Juli 2010 hingga mengundurkan diri tanggal 12 Agustus 2012," imbuh Mekeng.

Seperti diketahui, kasus korupsi e-KTP diduga melibatkan banyak pihak. Ada 14 anggota Komisi II yang mendapatkan jatah dari proyek itu dengan jumlah beragam. Selain itu, ada 37 anggota Komisi II lain yang terseret kasus ini. Namun, dalam dakwaan tidak disebutkan siapa saja 37 orang lainnya tersebut.

“Kasus e-KTP Memalukan, Mengecewakan, Mengerikan!”

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
×
×