logo


Satu Lagi Fraksi Partai Demokrat Disebut Ikut Korupsi Berjamaah e-KTP

Khatibul Umam Wiranu sedang mencari tahu siapa yang menyebut namanya.

10 Maret 2017 15:29 WIB

Khatibul Umam Winaru.
Khatibul Umam Winaru. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu disebut telah menerima aliran dana sebesar USD 400 ribu dalam surat dakwaan sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Menanggapi hal tersebut, Khatibul Umam Wiranu membantah keras bahwa dirinya telah menerima aliran dana itu. Pasalnya, waktu dia masih menjadi anggota Komisi II dirinya adalah salah satu anggota yang tidak setuju dengan besaran anggaran e-KTP sebesar Rp5,9 triliun berikut anggaran tambahannya.

"Meskipun waktu itu saya setuju dengan gagasan pentingnya Single Identity Number (SIN) warga negara dalam bentuk e-KTP yang merupakan program pemerintah kala itu," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Selain itu, Khatibul Umam mengaku bahwa dirinya tidak pernah mau menandatangani dokumen persetujuan Komisi II DPR RI.

 "Tahun 2012 itu saya dipindah tugas ke Komisi III. Dan pada akhir tahun 2013 saya ditugaskan sebagai Wakil Ketua Komisi II akhir 2013, saat proyek e-KTP sudah selesai," katanya lagi.

Oleh karena itu, politisi Demokrat ini mengaku sangat kaget saat mendengar namanya muncul dalam dakwaan kasus e-KTP. Dengan penyebutan itu, martabat dirinya, keluarganya dan kerabat-kerabat nya telah dirusak.

"Jahat banget yang membuat skenario dan cerita dana 400.000 dolar itu. Saya haqqul yakin tidak pernah terima uang dari proyek e-KTP. Saya lagi cari tahu siapa yang menggunakan nama saya dan disangkutkan dengan soal suap e-KTP," sesalnya.

Dalam hal ini, dirinya meyakini bahwa ada pihak tertentu yang menggunakan namanya untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, Khatibul saat ini sedang mencari tahu siapakah tokoh yang melakukan hal tersebut.

"Kasus ini telah masuk ranah hukum, saya berharap hukum dapat bekerja secara transparan, adil, dan akuntabel," tutupnya.

Setnov Terseret e-KTP, Politisi Senior Golkar Angkat Bicara

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari