logo


Kejar Target Sergap 4 Juta Ton, Mentan Optimis Bisa Ekspor Beras

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan langkah serapan gabah(Sergab) hingga 4 juta ton beras.

10 Maret 2017 09:41 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dok. Kementan

KEBUMEN, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan langkah serapan gabah(Sergab) hingga 4 juta ton beras. Langkah Sergap ini dilakukan guna menjaga ketahanan pangan dan memenuhi target pemerintah akan melakukan ekspor beras.

Hal ini disampaikan Mentan Amran pada acara Panen Raya Padi dan Serap Gabah yang diikuti seluruh petani se-Kabupaten Kebumen di Desa Tanjungsari Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3).

"Kita ditargetkan menghasilkan empat juta ton beras. Mudah-mudahan juga bisa mulai mengekspor. Oleh karenanya kita bersama-sama banjiri gudang Bulog. Ini perintah Bapak Presiden. Tapi juga jangan sampai harga gabah atau beras di tingkat petani dibeli murah. Saya harap Bulog menyerap gabah kering petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp 3.700 per kilogram," kata Amran seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Jumat (10/3).


Perpadi Sebut Kisaran Harga Beras Masih Normal

Mentan Amran menambahkan, untuk mewujudkan penyerapan beras 4 juta ton ini, akan sulit diwujudkan tanpa ada kerja sama semua pihak dan menghilangkan ego sektoral. Selain itu, upaya menyerap gabah petani juga harus dilandasi dengan semangat untuk kesejahteraan petani.

“Mari kita sama-sama bekerja keras merealisasikan cita-cita menjadi bangsa yang kuat dalam ketahanan pangan. Kita serap beras empat juta ton beras tahun ini dan Indonesia bisa ekspor beras ke luar negeri,” ujar Mentan.

Meski masih merasa sedih masih ada gabah yang dibeli di bawah HPP, Mentan Amran mengaku merasa senang hasil panen tahun ini secara keseluruhan di tanah air meningkat, sehingga Indonesia tidak impor beras bahkan bisa melakukan ekspor ke negara lain.

“Ini kami sudah mengecek di Jawa Timur selama dua hari, kami terus turun ke lapangan menuju Jawa Tengah, besok ke Jawa Barat. Kemudian kembali lagi ke Jakarta. Senin pergi lagi ke Kalimantan dan ke timur wilayah Sumatera berkeliling selama dua bulan untuk menyelesaikan permasalahan penyerapan panen di lapangan agar hasilnya maksimal,” ungkap Mentan Amran.

Mentan menegaskan, pemerintah akan terus berusaha menjaga harga gabah tetap stabil dan tidak akan membiarkan para petani rugi. Bahkan pemerintah juga melindungi petani dengan mengeluarkan program asuransi pertanian dengan nilai ganti rugi Rp 6 juta per hektar.

“Harga anjlok, dibeli Bulog dengan harga HPP. TNI dan penyuluh pertanian akan mengawal petani agar hasil panennya terbeli dalam keadaan apapun. Dengan adanya asuransi petani juga mendapat jaminan kepastian penggantian biaya produksi, apabila terjadi gagal panen. Selama ini jika terjadi kegagalan panen yang menanggung kerugian adalah petani,” pungkas Mentan.

Di acara panen raya ini, Mentan juga memberikan bantuan 10 pompa air untuk Kabupaten Kebumen. Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi Mentan terhadap Kebumen yang telah membangun 10 embung yang sangat membantu petani.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad, Dir. SDM Bulog Pusat Wahyu Suparyono, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setywan, Brigjen TNI Sudarto (Kepala Tim Sergap dari Mabesad). Kolonel Arm Dedi K (Tim Sergap dari Mabesad), Kolonel Cpl Jimmy Ginting (Tim Sergap dari Mabesad), Anggota Komisi lV DPR RI Darori.

Mentan Lepas Ekspor Beras Perdana dari Merauke ke Papua Nugini

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
 
×
×