logo


Mentan Instruksikan Bulog untuk Bersinergi dengan Babinsa Serap Gabah Petani

Untuk harga gabah dengan kadar air 25% maka mutlak harus diberikan harga Rp 3.700

9 Maret 2017 08:30 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja di Desa Samberan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/3).  Kunjungan kerja Mentan ke Bojonegoro Jawa Timur tersebut bertujuan untuk melaksanakan panen raya sekaligus mengecek penyerapan beras dan gabah di wilayah kerja Bulog Subdrive III Bojonegoro.
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja di Desa Samberan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/3). Kunjungan kerja Mentan ke Bojonegoro Jawa Timur tersebut bertujuan untuk melaksanakan panen raya sekaligus mengecek penyerapan beras dan gabah di wilayah kerja Bulog Subdrive III Bojonegoro. Puspen TNI

BOJONEGORO, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja di Desa Samberan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/3). Kunjungan kerja Mentan ke Bojonegoro Jawa Timur tersebut bertujuan untuk melaksanakan panen raya sekaligus mengecek penyerapan beras dan gabah di wilayah kerja Bulog Subdrive III Bojonegoro.

Pada panen raya di Kabupaten Bojonegoro yang dihadiri oleh para petani, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan pemerintah daerah, Mentan Amran mengharapkan peran aktif para Babinsa membantu penyerapan gabah para petani, agar tidak jatuh ke tangan tengkulak melainkan ke Badan Urusan Logistik (Bulog), sehingga harga gabah menjadi stabil.

“Saya menginstruksikan kepada Bulog agar dapat bersinergi dengan Babinsa yang berada di garis terdepan dalam menyerap gabah dari petani dengan harga Rp 3.700 per kilogram saat panen,” ujar Mentan Amran.

“Untuk harga gabah dengan kadar air 25% maka mutlak harus diberikan harga Rp 3.700, hal tersebut sesuai dengan Permentan yang telah saya keluarkan,” lanjut Mentan Amran.

Kunjungan kerja Mentan di Kabupaten Bojonegoro merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) untuk turun langsung ke tengah-tengah para petani, pahami masalahnya dan berikan solusi.

“Kami ingin merasakan apa yang dirasakan para petani, jangan kita sibuk diskusi dan sibuk membahas permasalahan, namun kita tidak bekerja,” ucapnya.

Saat tiba di lokasi panen raya Desa Samberan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, Mentan Amran menyempatkan diri untuk mencoba mesin traktor yang digunakan untuk membajak sawah yang didampingi seorang petani. Usai mencoba traktor pembajak sawah tersebut Mentan Amran meninjau sawah yang siap panen.

Dalam kesempatan ini Mentan Amran juga berbicara terkait asuransi pertanian dimana pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk program tersebut.


Tingginya Kadar Air Menjadi Kendala Serapan Gabah Petani

“Dana asuransi petani cairnya jangan terlalu lama, kalau bisa satu minggu dan maksimal satu bulan agar para petani yang gagal panen dapat segera melakukan tanam ulang maupun untuk pembelian pestisida,” ungkap Mentan Amran.

Lebih jauh, Mentan Amran juga mengaku bangga dengan Kabupaten Bojonegoro saat ini karena telah menjadi lumbung padi karena ketersediaan air tercukupi baik dari Bengawan Solo maupun air yang ada di ‘embung-embung’.

“Saya akan adopsi program Bupati Bojonegoro terkait program 1.000 embung, pemerintah merencanakan akan membangun 10.000 embung yang tersebar di seluruh Indonesia, kalau di Bojonegoro sudah ada 1.000 embung, mantap sekali,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak, yang ikut mendampingi Mentan menjelaskan bahwa keterlibatan para Babinsa yang ada di seluruh Indonesia adalah untuk membantu menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian.

“Program pemerintah di bidang pertanian saat ini adalah menyerap gabah petani sebesar-besarnya tanpa merugikan petani, karena saat ini banyak para petani yang dipermainkan harga gabahnya ketika masuk masa panen, dimana harga gabah dibeli dengan harga di bahwah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp 3700/kg,” ujarnya.

Lebih Lanjut, Aster Kasad mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk Satuan Tugas yang dipimpin oleh perwira tinggi TNI dan seorang Kolonel untuk mengawasi dan menyukseskan program pemerintah di bidang pertanian.

“Saya tunjuk perwira tinggi lulusan Lemhanas dan Sesko TNI, karena saya tidak mau bermain-main, ini adalah perintah Panglima Tertinggi, Menteri Pertanian dan Kasad, jadi tidak boleh main-main apalagi berurusan dengan hasil panen petani karena petani adalah rakyat harus diutamakan, itu janji kita,” tegasnya.

“Jadi kalau nanti ada pembeli yang tidak sesuai dengan ketentuan HPP, maka para petani diminta untuk segera melaporkan kejadian tersebut dan mudah-mudahan dalam waktu 6 jam anggota Satgas akan datang untuk mengecek ke lokasi,” pungkas Aster Kasad.

Jaga Kestabilan Harga Gabah Petani di Tengah Panen Raya, Mentan Langsung Turun Lapangan

Halaman: 
Penulis : Riana