logo


Pengusaha Sebut Kewajiban Membayar Pajak Impor Sapi Sudah Sesuai Aturan

Sampai saat ini setiap langkah impor sapi bakalan yang dilakukan oleh importir sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

7 Maret 2017 15:26 WIB

Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO), Joni Liano
Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO), Joni Liano Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano mengatakan bahwa sampai saat ini setiap langkah impor sapi bakalan yang dilakukan oleh importir sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Hal yang sama juga terjadi ketika importir melakukan kewajibanya dalam membayar pajak. Ia menegaskan bahwa tidak ada upaya dari pihak importir untuk melakukan penghindaran pajak.

“Intinya impor sapi bakalan yang masuk ke pelabuhan Indonesia dikenakan dan langsung membayar Bea masuk sebesar 5% berdasarkan Permenkeu No 166 tahun 2011 dan menyetor 2,5% untuk PPH pasal 22. Mencermati proses tersebut tidak ada kemungkinan penggelapan pajak karena sudah diambil di depan oleh pemerintah melalui pemeriksaan yang ketat oleh Bea dan cukai,” demikian kata Joni Liano seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Selasa (7/3).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pada saat ini pemerintah memiliki fokus yang besar dalam menjaga proses masuknya barang impor di daerah pelabuhan, untuk itu pemerintah selalu melakukan pemeriksaan yang ketat di pelabuhan. Menurutnya dengan ketatnya proses pemeriksaan dan pengawasan ini, importir sapi bakalan tidak akan melakukan tindakan penipuan.


Kementan Gencar Tingkatkan Populasi Sapi Lokal, Ini Kata Pengamat

“Ketatnya proses importasi sapi maka tidak mungkin bagi importir melakukan penipuan laporan barang karena sapi hidup tidak mungkin disembunyikan dan terlihat dengan jelas dan tidak dipacking, justru yang ada kemungkinan restitusi jika pajak keuntungan usaha (PPH Badan sebesar 25% dari PKP) pada akhir tahun hasilnya lebih kecil dari jumlah pajak yang sudah di setor di depan (pph pasal 22),” lanjutnya.

Sebagai informasi, untuk 700 ribu ekor sapi bakalan yang diimpor dengan berat hidup rata-rata 300 kg dan harga beli sampai di tempat saat ini adalah sebesar Rp 49 ribu per kg hidup (CIF USD 3.4 +bea masuk 5% + EMKL Rp 1500), maka nilai impor lebih dari Rp 10 Triliun, sehingga total PPH pasal 22 yang ditarik Pemerintah di depan lebih dari Rp 250 miliar.

1.821 Ekor Sapi Diternak di Lahan Bekas Tambang

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan