logo


Setya Novanto Sebut Nazaruddin Sedang Terganggu Kondisi Psikologisnya

Terpidana kasus korupsi ini menyebut banyak nama yang diduga terlibat e-KTP, salah satunya adalah Setya Novanto.

7 Maret 2017 14:01 WIB

Ketua DPR Setya Novanto.
Ketua DPR Setya Novanto. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nama Ketua DPR, Setya Novanto, merupakan satu dari sekian nama yang disebut oleh mantan bendahara Partai Demokrat, M. Nazaruddin. 

Menanggapi hal tersebut, pria yang biasa dipanggil Setnov ini mengatakan bahwa Nazarudin telah menyampaikan pernyataan yang tidak benar alias bohong. Menurutnya, Nazarudin sedang megalami masalah psikologis, sehingga berani mengeluarkan pernyataan sembarangan.

"Seingat saya dan saya bersumpah tidak pernah bersama-sama membicarakan masalah e-KTP. Silakan tanya ke Nazar lagi. Saya juga nggak ngerti kok saya dikaitkan dan disebut-sebut Nazar. Mungkin kondisi psikologis Nazar sedang ada masalah dengan partainya dan Mas Anas, jadi semua orang dikait-kaitkan dan disebut-sebut. Saya pastikan pernyataan Nazar tidak benar," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/3).

Dalam hal ini, Setnov juga membantah dirinya terlibat dalam pertemuan-pertemuan pembahasan e-KTP. Ia juga menampik minta jatah ke pengusaha.

"Saya kan waktu itu sebagai Ketua Fraksi sebagai Ketua Fraksi. Saya membatasi hal-hal yang berkaitan dengan masalah uang atau pendanaan dan tentu hal tersebut tidak mungkin saya lakukan," tuturnya.

Kendati demikian, Ketua Umum Partai Golkar ini tetap mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah berwacana menyebutkan nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik itu pada saat persidangan.

"Saya apresiasi kepada ketua KPK, Agus Raharjo yang telah menyampaikan bahwa ini akan di usut secara tuntas. Dan saya memberikan apresiasi mendukung penuh masalah supremasi hukum. Sehingga jika saya disebut tentu bisa mengklarifikasi karena waktu saya diperiksa KPK sebetulnya sudah saya sampaikan sedetailnya dan sejelas-jelasnya saat saya klarifikasi untuk mempermudah penyidik KPK," tukasnya.

Setya Novanto Minta Pengungkapan Kasus e-KTP Jangan Bikin Politik Gaduh

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari