logo


Keren Bro, Buah Bakau Disulap Jadi BBM

Salah satu penelitian teranyar adalah mengubah buah bakau menjadi bahan bakar minyak (BBM).

2 Desember 2014 10:06 WIB

buah bakau untuk BBM
buah bakau untuk BBM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ide-ide penelitian semakin berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai temuan dan riset dilakukan oleh para peneliti baik dari kalangan akademisi, mahasiswa hingga praktisi.

Salah satu penelitian teranyar adalah mengubah buah bakau menjadi bahan bakar minyak (BBM). Ide gila ini diwujudkan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sukron Nursalim. Bersama dua rekannya, mereka mengolah buah bakau menjadi bahan bakar untuk perahu nelayan.

Bahan bakar dari buah bakau ini mereka sebut Nyxil Biodiesel. Menurut Sukron, syarat tanaman untuk bisa menjadi bahan biodiesel adalah bukan tanaman pokok pangan, tidak menggunakan lahan tanaman pangan, dan ramah lingkungan. Maka pilihannya pun jatuh pada buah bakau untuk diolah menjadi biodiesel.


Aplikasi SIPB Untuk Ketahanan Pangan, Apa itu?

"Daging buah bakau diperkirakan memiliki kandungan minyak sebesar 40 persen. Minyak ini kaya akan asam lemak berantai sedang, khususnya asam laurat dan asam meristat. Sehingga, minyak ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel,'' ungkap Sukron, seperti dikutip dari ITS Online, Selasa (25/11).

Menurut Sukron, proses pembuatan biodisel dari buah bakau diawali dengan pematangan buah bakau yang membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Lalu, buah bakau tersebut diekstrak dan dipisahkan dari pelarutnya. Terakhir, hasilnya diesterifikasi in-situ dan didistilasi sehingga menjadi biodiesel.

"Ide ini muncul ketika saya sedang melakukan sebuah penelitian mengenai bakau bersama salah satu senior. Saat itu kami menemukan ternyata buah bakau memiliki beberapa kandungan yang sama seperti kandungan bahan bakar. Dari situlah saya memulai penelitian ini dan kami ajukan dalam Marine Innovation Technology Competition (MITC) 2014," paparnya.

Alternatif bahan bakar temuan mahasiswa asal Kebumen tersebut memiliki berbagai kelebihan, yakni memiliki nilai ekonomis yang rendah dan bahan bakunya mudah didapatkan. Kedua aspek itulah yang menjadi daya jual Nyxil Biodiesel sehingga berhasil keluar sebagai jawara dua dalam MITC.

Meski baru tahap penelitian laboratorium, Sukron dan timnya optimistis untuk mengembangkan ide tersebut hingga benar-benar terealisasi. Untuk itulah, mereka berencana akan mengikutkan hasil penelitian ini ke Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Selain itu, mereka juga berharap penemuan ini bisa benar-benar diterapkan sehingga bisa meminimalisasi ketergantungan masyarakat pesisir terhadap bahan bakar fosil.

"Semoga nantinya penelitian kami bisa didanai pemerintah agar bisa terus berkembang. Dengan begitu, nantinya kita juga bisa menghemat cadangan minyak bumi dunia yang kian menipis. Ini adalah solusi kami dalam menghadapi krisis energi saat ini," ujar Sukron.

 

Terungkap! Orang Baduy Tak Pernah Krisis Pangan Karena Ini!

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid