logo


Publik Dihimbau Tak Perlu Meributkan Jumlah Investasi yang Dibawa Raja Salman

Kantor Staf Presiden menampik kalau tak adanya kesepakatan menyangkut tenaga kerja Indonesia menunjukkan pemerintah kurang memperhatikan 1,5 juta warga negara kita yang bekerja di Saudi.

5 Maret 2017 20:57 WIB

Tenaga Ahli Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Agustinus ‘Jojo’ Rahardjo dalam dialog on-air Radio Smart FM bertema ‘Investasi dari Lawatan King Size
Tenaga Ahli Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Agustinus ‘Jojo’ Rahardjo dalam dialog on-air Radio Smart FM bertema ‘Investasi dari Lawatan King Size KSP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga Ahli Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Agustinus ‘Jojo’ Rahardjo mengingatkan agar publik tak perlu meributkan jumlah investasi yang disepakati dari kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud selama sembilan hari di Indonesia.

Bagaimanapun, kunjungan Raja Salman merupakan sebuah peristiwa bersejarah luar biasa setelah kunjungan terakhir Raja Arab Saudi ke Indonesia kali terakhir terjadi 47 tahun silam.

Hal itu disampaikan Jojo dalam dialog on-air Radio Smart FM bertema ‘Investasi dari Lawatan King Size’.

"Ibarat gelas yang terisi separuh, kita lihat sisi positifnya, bahwa gelas itu sudah terisi air. Nilai investasi masih bisa bertambah, yang penting kesepakatan yang ada kita kawal dulu," katanya.

Jojo menegaskan, langkah memuluskan komitmen investasi di Bogor itu dibarengi dengan berbagai usaha untuk meningkatkan iklim investasi, seperti deregulasi peraturan yang tumpeng tindih, serta debottlenecking atau penyelesaian sumbatan dalam perdagangan kedua negara.

Kantor Staf Presiden menampik kalau tak adanya kesepakatan menyangkut tenaga kerja Indonesia menunjukkan pemerintah kurang memperhatikan 1,5 juta warga negara kita yang bekerja di Saudi.


Nasi Kebuli, Santapan Utama Raja Salman

“Dalam pertemuan dengan Raja Salman, jelas sekali Presiden Jokowi meminta Raja Salman mengayomi para warga Indonesia di Arab Saudi yang turut berkontribusi dalam pembangunan di sana,” ungkapnya.

Permintaan itu disambut positif, saat Raja Salman menjawab bahwa tanpa diminta pun, ia akan melakukan pengayoman kepada warga negara Indonesia.

“Bagi kami, warga Indonesia itu seperti warga negara kami sendiri,” kata Salman.

Dipandu presenter kawakan Ichsan Loulembah, diskusi dua jam live di Restoran Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat ini juga menghadirkan tiga pembicara lain, yakni pengamat masalah internasional Dewi Fortuna Anwar, pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati dan dosen politik Timur Tengah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ali Munhanif.

Sisi Lain Ketampanan Pangeran Mohammad bin Salman al-Saud: Say No to Poligami

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas