logo


Dirjen Migas: Kerjasama dengan Arab Saudi Ibarat Fase Pacaran

MoU antara pemerintah Arab yang dipimpin oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis Al Saud seperti pacaran. Pemerintah hanya menyediakan payung hukumnya.

5 Maret 2017 17:08 WIB

Dirjen Migas IGN Wiratmaja.
Dirjen Migas IGN Wiratmaja. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ada 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Saudi Arabia. Hal itu terlaksana saat kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Penandatangan nota kesepahaman itu dilaksanakan di Istana Bogor.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja menegaskan MoU antara pemerintah Arab yang dipimpin oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis Al Saud seperti pacaran. Pemerintah hanya menyediakan payung hukumnya.

"Governance to Governance (kerjasama pemerintah) itu ibarat pacaran jadi pemerintah berikan payung. MoU ini hanya payung," ujar Wiratmaja di Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Dalam kerjasama tersebut, lanjut Wiratmaja, Arab Saudi butuh terjaminnya pasar untuk produk energi yang dihasilkan di Indonesia. Sedangkan pemerintah menginginkan peningkatan kilang untuk menghasilkan kualitas minyak lebih baik.

"Arab Saudi juga butuh security market. Kita butuh security kilang," ungkap Wiratmaja.

Wiratmaja berharap, kontrak kerjasama bisa diberikan langsung kepada PT Pertamina sebagai pelaku usaha industri migas nasional di Indonesia. Karena selama ini kerjasama dilakukan tanpa melibatkan Pertamina.

"Jadi kita melihat legitimasi. Jadi bagaimana supply itu kontrak langsung karena sekarang banyak kontrak tidak langsung kepada Pertamina," jelas Wiratmaja.

Mengenal Abdul Aziz, Body Guard Raja Salman

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas