logo


Lagi-Lagi Candaan Soal Bom, Kali Ini Dosen Buat Penumpang Garuda Pindah Pesawat

Kembali terjadi kasus gurauan 'membawa bom' yang mengganggu ketenangan penumpang pesawat.

4 Maret 2017 10:51 WIB

Pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Istimewa

MAKASSAR, JITUNEWS.COM -  Maskapai penerbangan nasional Indonesia terpaksa menunda penerbangan rute Makassar-Jakarta, Jumat (03/03/2017). Pasalnya, pesawat bernomor penerbangan GA 611 tersebut harus diperiksa ulang akibat ulah salah satu penumpang yang mengaku membawa bom di dalam tasnya.

Kejadian tersebut berawal dari seorang penumpang, Hisyam Ihsan, yang kemudian diketahui berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Makassar, mengatakan bahwa tas yang ia bawa berisi bom. 

Dalam pengakuannya kepada pihak yang berwenang, Hisyam mengatakan bahwa dirinya hanya bergurau (membawa bom di dalam tasnya). Ia merasa jengkel karena tidak dapat meletakkan barang bawaannya di kompartemen penyimpanan kabin (overhead compartement) lantaran semua ruang telah terisi penuh.


Garuda Indonesia dan Citilink Luncurkan Supergreen GarudaMiles

"Saat masuk ke badan pesawat melalui Gate 1, Dr. Hisyam bergurau kepada pramugari dengan mengatakan bom. Saat itu pelaku akan meletakkan barangnya namun sudah penuh," jelas Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin, Iptu Ahmad.

Pramugari yang mendengar ucapan Hisyam tersebut kemudian melapor kepada pilot. Alhasil, sesuai SOP yang telah ditetapkan, diadakan pemeriksaan menyeluruh demi alasan keamanan. 

"Pramugari ini kemudian melaporkan gurauan itu kepada pilot Marzaini Anwar. Pilot lalu melaporkan hal ini kepada petugas Security Garuda untuk ditindaklanjuti," ujarnya lagi.

Walaupun Hisyam sudah mengakui bahwa hal yang diucapkannya itu hanya sebuah gurauan, pihak keamanan tetap melakukan pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan barang bawaannya. 

Hal serupa juga disampaikan Communication Head and Legal Section Angkasa Pura I, Turah Ajari.

"Karena merasa kecewa, beliau (Hisyam) secara spontan bergurau bahwa tasnya berisi bom," kata Turah.

Proses pemeriksaan pesawat berlangsung selama enam jam. Akibatnya, beberapa penumpang memutuskan untuk membatalkan penerbangannya dengan GA 611. Sebanyak 19 dari 209 penumpang lebih memilih pindah pesawat. 

Hisyam menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan dan setuju untuk menandatangani surat pernyataan bahwa ia tidak akan lagi bergurau soal membawa bom di pesawat.

Sebelumnya, telah banyak kasus penumpang yang bercanda membawa bom hingga mengakibatkan penundaan penerbangan. Menurut UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, sesuai pasal 437, pelaku candaan bom dapat dikenakan sanksi pidana. 

Aerofood ACS Urusi Menu Makanan Rombongan Raja Salman

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari