logo


Sosok Oso Hadirkan Nuansa Politik yang Cair

Pak Oso itu orangnya visioner. Orang yang punya kemauan yang besar plus memiliki tekad yang kuat.

6 Maret 2017 11:59 WIB

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyampaikan pidato politiknya saat acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2/2017).
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyampaikan pidato politiknya saat acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2/2017). Jitunews/Rezaldy

Meski belum berkekuatan resmi, dukungan Hanura ke Jokowi ini sesungguhnya bentuk bulat suara Hanura atau deal-deal komunikasi Pak Wir dengan Pak Oso?

Kita dari awal memang sudah mendukung Pak Jokowi dan JK. Soal nanti ada calon lain atau tidak, tergantung dari keputusan Pak Jokowinya, masih ingin maju atau tidak? Jika masih ingin maju kita dukung.

Pak Oso sempat membuat heboh khususnya saat berpidato politik dalam pengukuhan kepengurusan Hanura yang baru. Sebenarnya, seperti apakah karakter Pak Oso?


Wiranto Sebut Aksi 22 Mei untuk Memakzulkan Jokowi, Demokrat: Terlalu Halusinasi

Pak Oso itu orangnya visioner. Orang yang punya kemauan yang besar plus memiliki tekad yang kuat. Sebagai sosok pribadi, terlepas dari isntitusi partai, Pak Oso itu adalah orang yang telah ditempa manis pahitnya kehidupan. Dari yang tidak punya apa-apa secara person, sehingga ia bisa menjadi person pada posisinya saat ini, jelas bukan hal mudah bagi kebanyakan orang untuk meraih hal yang kini beliau dapatkan. Terlebih melihat permulaan yang dimiliki atau yang didapatkan Pak Oso.

Artinya, Pak Oso memiliki self determination yang kuat. Beliau adalah person yang bisa belajar dari lingkungan dan belajar dari hidup, sehingga beliau menjadi orang besar seperti sekarang. Itu semua adalah modal dasar bagi seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Bukan tak mungkin hal itu bisa ditularkan kepada kita semua di Partai Hanura.

Dengan gaya beliau, gaya bicara yang apa adanya, yang lugas, akan mewarnai perpolitikan di Indonesia. Sosok pemimpin yang tampil apa adanya adalah hal yang telah lama diimpikan oleh rakyat Indonesia. Orang sudah 'capek' melihat pemimpin yang melulu pencitraan, penuh dengan rekayasa dan segala macamnya. Tapi beliau ini murni, apa adanya.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (Foto: Jitunews/Rezaldy)

Dalam pengukuhan pengurus Hanura kemarin, Pak Oso telah menunjukan bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan para sahabatnya yang saat ini semuanya menjadi pimpinan partai politik, termasuk dengan Pak Jokowi, Pak Wiranto dan Bu Mega. Yang seperti itu adalah kebanggaan bagi kami Partai Hanura. Mengingat figur beliau telah menjadi magnet tersendiri dalam perpolitikan Indonesia.

Di akhir wawancara dengan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura David Chalik, jitunews.com sebagai pamungkas menanyakan tentang perbedaan gaya kepemimpinan Wiranto dan Oesman Sapta. Bagi David, kedua tokoh tersebut faktanya telah membuat Hanura menjadi partai politik yang memiliki daya tarik yang menarik.

"Dua-duanya punya kelebihan masing-masing. Dua-duanya punya kebaikan masing-masing. Justru saya rasa keduanya saling menguatkan. Pak Wiranto sebagai Menkopolhukam sekarang, dulu Menhankam Pangab, orang yang diserahkan untuk menjaga keamanan Indonesia saat keos tahun 98. Ditempa keadaan dari tahun 98 hingga sekarang itu bukan waktu yang sebentar. Pak Wiranto dengan sikap yang bijaksananya, kharismanya ditambah dengan figur Pak Oso sebagai ketua umum yang lugas, yang cair, gayanya anti mainstream ini membuat pPartai hanura menarik. Dan saling menguatkan apa yang dihadapan Oso di balekanganya ada Pak Wiranto," sahutnya.

"Catchy banget ini partai, gokil, keren, keren," tutup David dalam perbincangannya dengan Jitunews.com.

Kembali ke awal: Sebagai Partai Politik, Hanura Tak Akan Khianat

 

 

Singgung Peristiwa 1965 dan 1998 dengan Kondisi Saat Ini, Natalius Pigai: Dimulai dari Keretakan Elit Kabinet

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah