logo


Hanura Menatap Tiga Besar di 2019

Selama sepuluh tahun Hanura berdiri pastinya tentu perlu ada perubahan untuk bisa melebarkan sayap.

6 Maret 2017 11:58 WIB

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengibarkan bendera pataka saat acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2).
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengibarkan bendera pataka saat acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2). Jitunews/Rezaldy

Pada 22 Februari 2017, kepengurusan DPP Hanura di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang (Oso) dikukuhkan. Kira-kira, susuna pengurus kali ini sudah
idealkah? Atau malah sudah mendekati sempurna?

Yang jelas setiap era memiliki kekhasannya masing-masing. Pasti ada kelebihan sendiri-sendiri baik Pak Wiranto maupun Pak Oso. Kebetulan saya sudah ada di Hanura sejak pertama kali berdiri. Pak wiranto dan bentukan awal Hanura adalah yang terbaik saat itu, di era itu. Selama sepuluh tahun Hanura berdiri pastinya tentu perlu ada perubahan untuk bisa melebarkan sayap.

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center( SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2/2017). (Foto: Jitunews/Rezaldy)


PA 212 Agendakan Aksi Massa di MK, Moeldoko: Buat Apa Lagi?

Dengan bergabungnya Pak Oso tentu ini adalah langkah yang baik dari para pimpinan Hanura termasuk Pak wiranto untuk melebarkan sayap Hanura. Termasuk pula bergabungnya Pak Daryatmo, (Marsekal Madya TNI AU Purn. dan mantan Kasum), Pak Moeldoko (mantan Panglima TNI), Krisdayanti ditambah lagi sokongan kekuatan jaringan Beli Gede Pasek. Ini menjadi kekuatan baru untuk menambah jangkauan Hanura.

Jika tadinya jangkauan Hanura berdasarkan network Hanura yang ada, kini network itu bertambah menjadi lebih luas. Untuk itu kami yakin dengan formasi ini Insya Allah dan jika Allah menghendaki ditambah semangat juang yang tinggi, 'Hanura Bangkit Hanura Maju Hanura Menang' bukan hanya sekedar slogan, tapi benar-benar bisa menjadi kenyataan pada Pemilu 2019 nanti.

Jika sekarang jumlah kursi DPR hanya belasan, bukan tak mungkin dengan ketambahan anggota DPD bisa saja kursi DPR Hanura menjadi 30-an. Secara de jure memang Hanura hanya 16 kursi tapi secara de facto dengan bergabungnya DPD, Hanura di MPR RI lebih dari 30 kursi.

Terlalu mulukkah posisi tiga besar untuk Hanura di Pemilu 2019?

Target itu tidak ada yang tidak muluk-muluk. Target itu bukan soal muluk atau tidak muluk, tetapi memang harus setinggi mungkin. Perkara hasil, itu Allah SWT yang menentukan. Terpenting adalah bagaimana kita berusaha maksimal untuk mencapai harapan. Hasil akhirnya biar Allah SWT yang menentukan.

Yang penting sekarang jalannya benar, sungguh-sungguh, serius, ditambah tim yang kuat, strategi yang benar, speed yang cepat, Insya Allah Hanura sudah mempunyai sistem yang baik untuk memenangkan pemilu.

Baca selanjutnya: Hanura Lempar Kode Dukung Jokowi Dua Periode

Mendadak Bertemu Ma'ruf Amin, Ketum Hanura Minta Jatah Menteri?

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah