logo


Kedatangan Raja Salman ke DPR Bukti Islam Tidak Anti Demokrasi

Pasalnya selama ini Islam sering diposisikan sebagai kelompok anti demokrasi, radikalisme, terorisme, dan tuduhan buruk lainnya

3 Maret 2017 18:45 WIB

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud didampingi Ketua DPR Setya Novanto melakukan kunjungan kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (2/3).
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud didampingi Ketua DPR Setya Novanto melakukan kunjungan kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (2/3). dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan kedatangan Raja Arab Saudi Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud ke parlemen Indonesia telah memberi isyarat atau bukti bahwa Islam tidak seperti yang dituduhkan selama ini. Pasalnya selama ini Islam sering diposisikan sebagai kelompok anti demokrasi, radikalisme, terorisme, dan tuduhan buruk lainnya.

"Dengan kedatangan Raja Salman ke parlemen membantah semua tuduhan itu," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/3).

Politisi PKS ini mengungkapkan apa yang telah dilakukan oleh Raja Salman, sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Raja Arab lainnya, yakni Raja Faizal. Dimana pada tahun 1970, Raja Faizal juga pernah berkunjung ke parlemen. Dan bukti lain bahwa Arab Saudi tidak anti demokrasi adalah, negara itu menjadi anggota berbagai organisasi dunia seperti PBB, OKI, OPEC, dan lain sebagainya.


Partai Gelora Dukung Gibran Rakabuming dan Bobby di Pilkada, PKS: Usaha Ikut Hajatan

"Fitnah kepada umat Islam menjadi tidak benar," tuturnya.

Dalam hal ini, Hidayat Nur Wahid juga mengatakan perlunya kita memberi ruang kreasi kepada anak-anak muda. Diungkapkan saat dirinya berkunjung ke China. Ia memberi masukan soal kebijakan pemerintah China yang melarang anak-anak muda suku Uighur pergi ke masjid, karena larangan bukan solusi untuk menyelesaikan masalah radikalisme.

"Di masjid itulah anak-anak muda justru bisa berkreasi. Di masjid justru anak-anak muda bisa bersosialisasi menemukan realita. Bila masjid ditutup maka anak-anak muda akan mencari jalan yang tertutup pula sehingga malah menumbuhkan radikalisme," tutupnya.

Sandiaga Jadi Tim Pemenangan Bobby, PKS: Apa Nggak Terlalu Lokal Sebagai Mantan Cawapres?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah