logo


Rieke Kecewa Penayangan Video di Hadapan Raja Salman Tak Menayangkan Soekarno

Rieke yang juga sebagai Duta Asing Republik Indonesia ini menjelaskan bahwa Ir. Soekarno juga mempunyai peran penting dalam kerjasama antara Indonesia dengan Arab Saudi.

3 Maret 2017 17:41 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka.
Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka. dok. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengaku sangat kecewa dengan isi video kilas balik yang ditayangkan di depan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud saat menjunjungi komplek Parlemen kemarin. Pasalnya di dalam video tersebut hanya menayangkan kilas balik kunjungan Raja Faisal ke Parlemen Indonesia pada 47 tahun yang lalu, namun tidak ada satupun yang menampilkan cuplikan kerjasama yang dilakukan oleh Presiden Pertama Indonesia Soekarno dengan Raja Faisal.

"Saya agak kecewa tidak ada cerita tentang Soekarno ya, videonya hanya soal Raja Faisal tentang kunjungan di Parlemen," ujar Rieke di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Rieke yang juga sebagai Duta Asing Republik Indonesia ini menjelaskan bahwa Ir. Soekarno juga mempunyai peran penting dalam kerjasama antara Indonesia dengan Arab Saudi. Sang proklamator itu juga pernah memberikan sumbangsih karya arsitekturnya terhadap renovasi Masjidil Haram, memberikan pohon untuk melakukan reboisasi di Arafaj dan peristiwa-peristiwa penting lainnya.

"Sebetulnya kita bisa memperlihatkan bahwa kita bukan hanya memiliki hubungan religius ya, spiritual.  Tapi juga Indonesia dan Arab memiliki hubungan historis yang tentu saja bilateral menjadi landasan penting dari hubungan bilateral di masa yang akan datang," tuturnya.

Rieke mengungkapkan adanya kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi dalam bidang investasi tentu semua pihak merasa senang, namun juga harus didorong bagaimana sebenarnya hubungan yang dapat membentuk perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Sehingga untuk bentuk diskriminasi dan ketidakadilan di Arab Saudi terhadap salah satunya buruh migran, teristimewa buruh migran asal Indonesia itu kami harap semakin lama  semakin bisa dikurangi," tutupnya.

Tak Hadiri Pidato Raja Salman, Habib Rizieq Curhat di Twitter Begini..

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Marselinus Gunas