logo


Cegah Anjloknya Harga Gabah, Bulog Gencar Serap Gabah Petani Aceh Barat Daya

Demi kesejahteraan petani, gabah akan diserap sesuai harga pembelian dan kualitas standar yang telah ditetapkan.

3 Maret 2017 16:27 WIB

Istimewa

BLANG PIDIE, JITUNEWS.COM - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), Mukti Sardjono mengatakan bahwa untuk mengatasi anjloknya harga gabah petani, pemerintah bekerjasama dengan Perum Bulog gencar melakukan serapan gabah petani di Aceh.

"Divre Bulog melakukan pembelian langsung gabah petani dengan harga Rp4.600,-/kg Gabah Kering Giling (GKG) untuk satu kelompok tani dengan hamparan 22 hektare. Hasil gabah petani langsung ditimbang, dibayar tunai dan diangkut dengan truk Bulog yang telah disiapkan," demikian kata Mukti, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Jumat (3/3).

Mukti menjelaskan, harga tersebut jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp3.700,-/kg. Pola yang digunakan Bulog adalah pembelian komersial.


Tingginya Kadar Air Berpotensi Turunkan Harga Gabah

"Bulog mau membeli dengan harga tersebut karena selain harga gabah yang berlaku di Aceh masih tinggi, kualitas gabah petani Aceh Barat Daya sangat bagus. Pembelian ini juga akan meningkatkan stok beras di gudang Bulog," kata Mukti lagi.

Mukti sebagai penanggung jawab Upsus Aceh mengharapkan, pembelian Bulog tidak hanya di Abdya saja, tapi juga di sentra beras lainnya yang saat ini juga mulai panen raya. Mukti juga menyampaikan kepada kelompok tani untuk segera melakukan pengolahan lahan yang sudah dipanen dan segera melakukan percepatan tanam.

"Aceh Barat Daya pernah mendapatkan reward karena pada saat itu peran Aceh Barat Daya adalah nomor tiga se-Aceh dalam hal produksi padi. Kami harap prestasi itu dapat terulang," pungkas Mukti.

Sementara itu, Kepala Bulog Divre Aceh Fatah Yasin menambahkan, Bulog mendapatkan tugas dari pemerintah untuk menyerap gabah dari petani dengan harga pembelian yang telah ditentukan dan dengan kualitas standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan demi kesejahteraan petani.

"Kami Perum Bulog membeli gabah petani merupakan amanah dan tugas dari pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan, standar kualitas gabahnya ada demi kesejahteraan petani," tutur Yasin.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Aceh, Raihana juga angkat bicara. Jelasnya, tingkatnya produksi padi di Propinsi Aceh pada saat ini, bermula dari gencarnya pemerintah melakukan perluasan lahan dan target tanam padi di Aceh, sampai saat ini terjadi penambahan luas tanam sebesar 522.000 hektare, target Musim Tanam Rendeng 291.000 hektare dan target Musim Tanam Gadu sebesar 231.000 hektare.

"Sampai dengan 20 Februari 2017, telah tercapai 261.000 hektar. Musim Tanam Rendeng masih 40 hari lagi. Kami yakin sisa hari yang ada Aceh dapat mencapai target tersebut. Khusus Aceh Barat Daya, silakan sampaikan kepada kami kebutuhan alsintan (alat dan mesin pertanian) untuk percepatan tanam. Dinas Pertanian Propinsi akan bantu sesuai tugas pokok dan fungsinya," tukas Raihanah.

Bupati Kupang Optimis Capai Swasembada Pangan Melalui Upsus Pajale

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari