logo


Ha’em : Enaknya Keripik Jadah, Camilan Antar Generasi Khas Desa Mojo

Keripik Jada Bakar ini telah ada sejak tahun 1940 dan menjadi makanan khas dari Desa Mojo

3 Maret 2017 11:41 WIB

Makanan ini dibuat dari generasi ke generasi mulai tahun 1940
Makanan ini dibuat dari generasi ke generasi mulai tahun 1940 Rofiq Hudawiy

Boyolai, JITUNEWS.COM -  Boyolali yang kondang sebagai salah satu kota penghasil susu terbesar di Indonesia kini masih merawat makanan tradisional yang sudah mulai langka.

Ada berbagai macam makanan khas Boyolali yang resepnya terjaga dari generasi ke generasi. Tidak hanya produk susu dan olahannya yang menjadi ikon dari kota ini, kini ada camilan keripik yang terbuat dari jadah yang termasuk langka dan semakin jarang ditemui. Resep dan cara pembuatannya konon tidak semua orang dapat membuatnya, hanya keturunan langsung dari sang perintis makanan ini yang bisa membuatnya.

Dari teksturnya, keripik jadah bakar ini berbeda dengan keripik yang terbuat dari singkong seperti pada umunya. Rasa yang gurih dan renyah akan langsung dirasakan ketika makanan ini dimakan. Keripik ini akan semakin nikmat apabila ditemani kopi atau teh sebagai camilan di kala senggang sambil membaca koran atau menikmati senja dengan bercengkerama bersama orang kesayangan.


Desa Batan Bangun Balai Pemuda untuk Fasilitasi Pemuda Desa

"Susah mencari orang yang bisa membuat keripik jadah bakar ini karena dibuat dari rempah-rempah asli Indonesia dengan takaran tertentu. "Kalau saya sudah dari kecil diajarkan orang tua agar mahir membuat makanan khas Desa Mojo ini," ujar Muslimah, pembuat camilan ini kepada Jitunews.com di kediaman sekaligus tempat produksi, Jumat (24/2/2017).

Muslimah menjelaskan, proses pembuatan keripik jadah ini  kira-kira memakan waktu lebih dari empat jam, mulai dari pembuatan jadah sebagai adonan dasar, pemotongan hingga penggorengan keripik jadah ini.

Setiap hari, Muslimah mampu membuat hingga 100 bungkus keripik jadah ini. Musim lebaran menjadi puncak penjualan keripik jadah ini, Muslimah mengaku dapat membuat hingga dua kali lipat dar biasanya. Dia menjual keripik jadah ini seharga empat puluh ribu rupiah untuk setiap 100 bijinya. Keripik jadah ini dijualnya dengan nama Ha’em. Dia menjelaskan, keripik jadah ini telah dijual hampir ke seluruh Indonesia melalui pembeli yang datang ketempatnya.

Teruji Melewati Tiga Generasi

Keripik jadah buatan Muslimah ini sudah ada sejak tahun 1940. Muslimah sendiri generasi ke tiga dari perintis ini. “Awalnya dari mbah saya merintis usaha ini, kemudian dilanjut ibu dan saya sendiri mas. Sudah tiga generasi pembuat keripik jadah ini,” jelasnya.

Pendapatan dari keripik jadah bakar ini mampu membiayai hidup keluarga Muslimah. Dalam pembuatan camilan ini, dia tidak dibantu dengan seorang karyawan. “Pada dasarnya setiap orang bisa membuat keripik jadah ini, hanya pada saat pembakaran jadahnya perlu ketelatenan,” jelasnya.

Lis, Kakak Ipar Muslimah mengaku dirinya tidak bisa membuat keripik jadah bakar ini dan hanya Muslimah yang bisa membuatnya.

Bagaimana, Anda tertarik untuk mencicipi camilan khas Desa Mojo? Pastikan Desa Mojo Kecamatan Andong menjadi daftar tujuan dalam liburan akhir pekan Anda!

Banteng Beton Desa Andong: Murah Namun Kokoh Tiada Banding

Halaman: 
Penulis : Rofiq Hudawiy, Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq