logo


Bupati Kupang Optimis Capai Swasembada Pangan Melalui Upsus Pajale

Upsus Pajale diharapkan mampu membuat masyarakat Kupang mencapai swasembada pangan.

3 Maret 2017 11:06 WIB

Bupati Kupang Ayub Titu Eki.
Bupati Kupang Ayub Titu Eki. Istimewa

KUPANG, JITUNEWS.COM- Bupati Kupang Ayub Titu Eki, mengatakan bahwa pihaknya merasa optimis dengan adanya program Upsus Pajale (Upaya khusus padi, jagung, dan kedelai) yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, Kabupaten Kupang akan mampu mencapai swasembada pangan.

Hal ini dikatakannya saat membuka rapat koordinasi (rakor) Swasembada Pangan (Swapang), kepada seluruh jajaran Distan (Dinas Pertanian) Kupang maupun Babinsa dari Kodim 1604 Kupang.

"Masyarakat Kupang yang 80% bergantung dari usaha pertanian harus diangkat dari kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalannya," demikian kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Jumat (3/3).


Tingginya Kadar Air Berpotensi Turunkan Harga Gabah

Dikatakan, program Upsus Pajale merupakan salah satu opsi solusi menolong rakyat Kupang menjadi lebih baik dengan bertanam padi dan jagung.

"Seperti halnya MDG’s diubah menjadi SDG’s, ada misi sustainable atau keberlanjutan menuju kedaulatan pangan sehingga petani mampu menolong dirinya sendiri untuk lebih baik," ujarnya.

Program di Kabupaten Kupang yang semula ada GTPPT (Gerakan Tanam Paksa dan Paksa Tanam) sejak 2009, pada tahun 2016 diubah menjadi PTE (Program Taman Eden).

Misi PTE adalah agar petani berusaha di atas lahan yang tetap dan kini sudah diregistrasi semuanya. Tercatat ada 1075 poktan dengan 93 gapoktan dari total kurang lebih 100.000 KK di Kupang dari populasi penduduk sekitar 420.000 orang.

"Upaya menciptakan seperti Taman Eden, artinya serius berusaha di lahan tertentu dan tetap, terus sampai menjadi kawasan stabil usaha dan terus menghasilkan sehingga semakin menjadi sejahtera bagi pelakunya," katanya.

Luas lahan Kabupaten Kupang cukup luas sekitar 96% dibanding luas Provinsi Bali, merupakan potensi yang layak dikembangkan secara usaha basis lahan seperti pertanian.

Ayub mengatakan kalau kita berniat undang investor untuk menolong usaha bagi petani, selalu saja gagal dan batal.

"Kenapa tidak kita kembangkan berbasis kawasan dengan poktannya didaftar secara cermat," katanya.

Pada tahun 2016 ada 195 kelompok terdaftar, yaitu 100 kelompok terima dana ADD dan 95 kelompok swadana, yang mana insentif Pemda Kupang bagi yang berprestasi diberikan dana Rp2,5 miliar kepada 95 kelompok swadana. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud dukungan agar mereka menjadi mandiri dan menjadi lumbung desa.

"Petani harus berada di lahan tetap, usaha tetap di Taman Eden, terus berkembang menjadi usaha yang profesional sekaligus menghindari pertanian berpindah dan setiap tahun terus dilombakan sebagai triger untuk memacu kemandirian masyarakat" tukas Ayub.

Bantuan Pangan Non-Tunai Mudahkan Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari