logo


Industri Masih Dominasi Penggunaan Cabai Kering Impor untuk Tekan Biaya Produksi

Masyarakat umum dinilai belum familiar denngan penggunaan cabai kering untuk proses produksi makanan.

2 Maret 2017 15:50 WIB

Dani Setiawan
Dani Setiawan Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Pertanian Dani Setiawan mengatakan bahwa sampai saat ini pihak Industri masih mendominasi konsumsi cabai kering impor. Selain itu, menurut pengamatan Dani, saat ini pihak-pihak industri masih mengandalkan penggunaan cabai kering untuk menekan biaya produksi.

"Kebanyakan industri yang ada menggunakan cabai kering impor untuk produksinya, selain itu ketergantungan pihak industri tersebut menggunakan cabai kering guna menekan biaya produksi di tengah tingginya harga cabai," demikian kata Dani Setiawan saat dihubungi Jitunews.com, Kamis (2/3).

Dani juga mengatakan bahwa cabai kering masih belum menjadi pilihan utama masyarakat, terutama konsumen di sektor rumah tangga.


Masyarakat Diimbau untuk Coba Konsumsi Cabai Kering

"Konsumen rumah tangga masih sedikit yang menggunakan cabai kering, tetapi yang mendominasi adalah pihak industri,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah perlu menghentikan langkah impor cabai kering yang saat ini sedang marak terjadi. Ia berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dalam menstabilkan ketersediaan pasokan cabai lokal dan mengendalikan impor cabai kering.

Pendampingan serta bimbingan dari pemerintah kepada para petani dirasa perlu guna mengembalikan kestabilan harga cabai.

"Perlu ada langkah pendampingan dari pemerintah kepada para petani, sehingga ke depannya produksi cabai lokal bisa kembali normal dan bahkan meningkat,” ujarnya.

Terakhir, Dani berharap pemerintah berkomitmen untuk mengendalikan langkah impor pangan, misalnya dengan menjaga ketersediaan pasokan cabai dan menghentikan impor.

Orasi Ilmiah, Edi Santoso Bicara Soal Pangan Lokal di Era Milenium

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari