logo


Masyarakat Diimbau untuk Coba Konsumsi Cabai Kering

Mengonsumsi cabai kering merupakan salah satu cara menjaga pasokan cabai di Indonesia.

2 Maret 2017 15:37 WIB

dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Pertanian Dani Setiawan mengatakan bahwa pemerintah perlu membiasakan masyarakat untuk mengkonsumsi cabai kering untuk menjaga ketersediaan pasokan cabai di tanah air.

Menurutnya, harga cabai yang cenderung fluktuatif saat ini dikarenakan masih tingginya kebiasaan masyarakat mengonsumsi cabai basah. Hal tersebut secara tidak langsung juga berdampak pada harga cabai di pasar.

"Masyarakat kita belum terbiasa untuk mengkonsumsi cabai kering, jadi kalau hasil panen cabai petani menurun langsung berdampak pada turunnya harga di pasar," kata Dani saat dihubungi Jitunews.com, Kamis (2/3).


Tingginya Kadar Air Berpotensi Turunkan Harga Gabah

Ia juga mengatakan bahwa langkah strategis yang harus mulai dilakukan pemerintah adalah mencoba mengeringkan cabai hasil panen petani. Dengan cara tersebut, jelas Dani, petani dapat langsung mengeringkan cabai ketika hasil panen cabai melimpah. 

Hal ini penting untuk dilakukan guna menjaga ketersediaan pasokan cabai, terutama ketika hasil panen cabai petani sedang menurun seperti halnya saat ini.

"Kalau masyarakat terbiasa dengan mengkonsumsi cabai kering, saya kira kendati hasil cabai petani menurun karena cuaca buruk, masyarakat bisa beralih dengan mengkonsumsi cabai kering," ucapnya.

Dani juga mengatakan bahwa langkah tersebut tidak akan berdampak pada fluktuasi harga cabai di pasar.

"Jadi tidak akan berdampak pada fluktiatifnya harga cabai di pasar,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa wacana untuk mengonsumsi cabe kering bukan kali pertama diwacanakan di Indonesia. Bahkan, di beberapa negara seperti Korea dan India, masyarakatnya sudah mulai mengkonsumsi cabai kering.

Dani berharap kebiasaan tersebut dapat ditiru masyarakat Indonesia.

"Dan seharusnya bisa kita terapkan di Indonesia," tukasnya.

Bantuan Pangan Non-Tunai Mudahkan Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari