logo


Tingginya Kadar Air Berpotensi Turunkan Harga Gabah

Ketersediaan gudang dan drayer perlu ditambah untuk mengantisipasi penurunan harga gabah karena curah hujan yang tinggi.

2 Maret 2017 13:29 WIB

Petani mengayak gabah.
Petani mengayak gabah. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa turunnya harga pembelian gabah petani lebih dikarenakan tingginya kadar air pada gabah hasil panen petani. Pernyataan tersebut terlontar setelah dilakukannya pengecekan di lapangan.

Darmin menegaskan bahwa di sepanjang wilayah tanah air pada saat ini sedang terjadi musim hujan yang berkepanjangan. Hal ini membuat petani terpaksa memanen padinya dengan kadar air yang lebih tinggi dari biasanya.

"Jadi akhirnya banyak petani terpaksa memanen padinya di musim hujan, harga penjualan gabah kemudian berdampak turun karena kadar air lebih tinggi dari biasanya," demikian kata Darmin di Jakarta, Kamis (2/3).


TNI Bersama Kementan RI Maksimalkan Penyerapan Gabah Petani

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk meminimalkan penurunan harga gabah di tingkat petani dibutuhkan ketersediaan gudang serta kesiapan jumlah drayer (pengering gabah), yang cukup banyak.

"Gudang dan drayer bukannya tidak ada, tetapi dengan kondisi seperti saat ini, tingginya curah hujan dan kadar air dalam gabah yang cukup tinggi, membuat gudang-gudang yang ada nantinya tidak akan bisa menampung hasil serapan gabah petani," demikian katanya.

Sementara itu, terkait ketersediaan drayer, Darmin mengakui bahwa pemerintah dalam hal ini adalah Bulog, sebenarnya telah memiliki drayer. Akan tetapi, pengoperasiannya belum bisa maksimal. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat dan diadakannya upaya penambahan jumlah drayer. 

Beberapa waktu lalu, diketahui pemerintah menginstruksikan kepada pihak Bulog agar bergerak cepat dalam menyerap gabah hasil panen petani. Pasalnya, para petani saat ini terus berteriak, karena di tengah panen raya padi harga gabah justru terus anjlok dan merugikan para petani.

Presiden menginstruksikan agar Bulog dapat membeli gabah petani dengan harga normal pembelian pemerintah berdasarkan Harga Pokok Penjualan (HPP), yaitu Rp3.700,-/kg Gabah Kering Panen (GKP). Sampai saat ini, pihak Bulog diketahui telah menyerap gabah petani hingga 1.000 ton.

Menteri Koordinator Perekonomian: Cuaca Ekstrem Menghambat Langkah Serapan Gabah Petani

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari
 
×
×