logo


Kembangkan Migas, Indonesia-Iran Teken Kerja Sama

Pemerintah Iran melalui National Iranian Oil Company (NIOC) menawarkan agar Pertamina memasukan proposal untuk mengelola dua lapangan minyak tersebut dalam nota kesepahaman yang di tandatangani tahun lalu.

1 Maret 2017 11:05 WIB

Ilustrasi kilang migas lepas pantai.
Ilustrasi kilang migas lepas pantai. google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah  Indonesia dan Pemerintah Iran telah menyepakati sejumlah kerja sama di bidang perdagangan dan energi. Hal itu terwujud dalam kunjungan kerja  yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution didampingi oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran di Teheran Iran 26 – 27 Februari 2017.

"Saya telah bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani dan menyampaikan surat dari Presiden Joko Widodo guna mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Iran," papar Menteri Darmin.

Pertemuan-pertemuan tersebut membahas  berbagai isu strategis yang meliputi bidang kerja sama energi, perdagangan, investasi, keuangan, perbankan, ilmu pengetahuan, teknologi, pertanian, pariwisata dan mendorong peran aktif dari kerja sama dunia usaha dari kedua negara.

Pada bidang energi, terdapat dua agenda utama yaitu: Pertama, rencana investasi PT Pertamina untuk pengelolaan dua lapangan minyak yaitu Ab Teymour dan Mansouri. Pemerintah Iran melalui National Iranian Oil Company (NIOC) menawarkan agar Pertamina memasukan proposal untuk mengelola dua lapangan minyak tersebut dalam nota kesepahaman yang di tandatangani tahun lalu. Dalam kunjungan kerja ini, penyerahan proposal merupakan fokus utama dalam kerja sama Iran-Indonesia. Hasil studi Pertamina, cadangan tiap lapangan minyak tersebut mencapai lebih dari 1,5 miliar barel dengan potensi produksi yang dapat ditingkatkan lebih dari 200 ribu barel per hari.

Kedua, Pemerintah juga menjajaki rencana pembelian Liquefied Natural Gas (LNG) dengan harga yang kompetitif untuk kebutuhan domestik, seperti pembangkit listrik, industri termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta pembangunan kilang minyak di Indonesia.

Sebelumya, pada tahun 2016, Pemerintah Indonesia menghadiri Iran Trade and Investment Discussion di Teheran. Dimana sektor energi menjadi tulang punggung kerja sama ekonomi Indonesia-Iran. Iran rencananya akan terlibat dalam investasi pembangunan kilang minyak dan pembangkit listrik bergerak (mobile) di Indonesia.

Akan Terjadi Keributan di Papua Jika Warga Asli Papua 'Dirumahkan' Freeport

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas