logo


"Masjid Tak Seharusnya Dihubungkan dengan Kepentingan Politik"

Guru Besar UIN : Ditemukan meluasnya penggunaan mimbar masjid untuk kepentingan politik

27 Februari 2017 16:22 WIB

Azyumardi Azra.
Azyumardi Azra. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Masjid Istiqlal menggelar diskusi bertajuk 'Masjid Pusat Peradaban dan Persatuan Bangsa' dalam rangka miladnya ke-39. Pengurus masjid turut bekerja sama dengan  Dirjen Kebudayaan Kemendikbud untuk menggelar diskusi tersebut.

Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Jakarta Azyumardi Azra yang menjadi salah satu narasumber mengatakan bahwa penggunaan masjid seharusnya tidak berhubungan dengan praktik politik partisan. Menurutnya, politik lazimnya bersifat divisif atau cenderung memecah belah.

"Tidak seharusnya dihubungkan dengan politik. Kepentingan politik tak bisa lain membuat orang dan kelompok bersifat partisan, mementingkan kepentingan sendiri dengan mengorbankan kepentingan pihak lain," ungkapnya dalam diskusi di Masjid Istiqlal, Senin (27/2/2017).


Ini Tanggapan Ahok Soal Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

"Di sinilah kemudian terjadi kontestasi kepentingan yang bukan tidak sering berujung pada konflik fisik dan kekerasan yang tidak selaras dengan kesucian masjid," lanjutnya.

Azyumardi menyebut bahwa mimbar masjid sering digunakan untuk penyebaran paham radikal, provokasi, dan agitasi politik dalam beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut merupakan hasil temuan survei tentang masjid oleh Center for The Study of Religion and Culture UIN Jakarta pada 2010.

"Ditemukan meluasnya penggunaan mimbar masjid untuk kepentingan politik. Pengurus masjid dan jemaah lama kelamaan menjadi permisif pada paham dan praksis kekerasan," ucapnya.

Meski demikian, Azyumardi turut bersyukur karena masjid di Indonesia tidak seperti halnya masjid di negara-negara Timur Tengah yang memiliki tradisi sebagai pusat aktivisme politik.

Berharap Kurangi Polusi, Anies Baswedan Uji Coba Jalur Sepeda DKI Jakarta

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama