logo


Tim Pemenangan Ahok-Djarot Yakin Bisa Ambil Alih Pendukung Agus-Sylvi

Timses Ahok-Djarot menyebut tidak ada perubahan cara berkampanye pada Pilgub DKI Jakarta Putaran 2

27 Februari 2017 09:35 WIB

Pasangan calon nomor urut 2 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat sambangi markas Slank di Jalan Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).
Pasangan calon nomor urut 2 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat sambangi markas Slank di Jalan Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016). Jitunews/Citra Fitri Mardiana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Raja Juli Antoni menyebut tidak ada strategi khusus untuk menghadapi putaran kedua nanti. Raja optimis pihaknya dapat menggaet para pendukung Agus-Sylvi.

"Secara komunikasi politik akan kami lakukan ke Mas Agus dan parpol pengusungnya supaya bisa bergabung kepada kami," ucap Raja dilansir dari detikcom, Senin (27/2/2017).

Tim sukses Ahok-Djarot sendiri tidak akan mengubah cara berkampanye. Raja mengatakan bahwa pihaknya akan lebih banyak melakukan kampanye door to door ke masyarakat.


Pertemuan AHY dengan Dua Kandidat Pilgub DKI Masih Tanda Tanya

"Untuk tim sendiri tidak akan mengubah cara berkampanye, hanya akan lebih banyak door to door ke masyarakat. Kita yakin, kita bisa mencuri suara Mas Agus yang 17 persen. Intinya 8-9 persen itu akan lebih mudah dicapai daripada apa yang kita dapat di putaran pertama," ungkapnya.

Raja menyebut bahwa timses Ahok-Djarot sudah memiliki pemetaan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan wilayah mana saja dimana mereka kalah perolehan suara pada putaran pertama. Dirinya turut mengakui adanya perbedaan persentase suara antara hasil yang timnya dapat dengan kenyataan di lapangan.

"Kalau mau jujur, ada kantong suara (Ahok-Djarot) yang bergeser sekitar 7-9 persen. Lebih besar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kita akui Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berat dari aspek sosiologis," paparnya

Meski demikian dirinya optimis Ahok-Djarot bisa memenangi Pilgub DKI Jakarta 2017. Selain itu ia meyakini banyaknya suara dari Agus-Sylvi yang akan memilih pasangan calon nomor urut 2.

Suara NU Menentukan, Ahok dan Anies Harus Berebut Simpati

Halaman: 
Penulis : Sukma Fadhil Pratama