logo


Politisi PKS Ini Kaget Dengar Presiden Jokowi Semobil dengan Terdakwa

Menurut Aboebakar, Presiden Joko Widodo seharusnya harus lebih peka melihat kondisi yang berkembang di masyarakat, hal ini untuk menghindari timbulnya konflik kepentingan dengan para Jaksa dan hakim yang sedang memproses kasus hukm Ahok..

25 Februari 2017 09:58 WIB

Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi.
Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi. tangerang.pks.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Al-habsyi, mengaku sangat kaget saat mendengar pemberitaan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) semobil dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang notabene terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

"Saya kaget mendengar pemberitaan Presiden Jokowi semobil dengan Ahok," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/2) malam.

Politisi PKS ini menilai, hal tersebut dapat menimbulkan spekulasi di masyarakat, terlebih belum lama ini DPRD Jakarta memilih tidak mau rapat dengan Ahok. Hal ini dikarenakan Ahok sebagai gubernur sekaligus pemimpin rapat masih berstatus sebagai terdakwa.


Ahok dan Jokowi Semobil, Ruhut Nge-tweet, Netizen Heboh!

"Bayangkan saja, ketika sebagian pihak di DPRD Jakarta memilih tidak mau rapat dengan gubernur yang berstatus terdakwa, presiden malah mengambil sikap yang berbeda," tambah Aboebakar.

Menurut Aboebakar, Presiden Joko Widodo seharusnya harus lebih peka melihat kondisi yang berkembang di masyarakat, hal ini untuk menghindari timbulnya konflik kepentingan dengan para Jaksa dan hakim yang sedang memprosesnya. 

"Seharusnya Presiden peka, bahwa saat ini status Ahok adalah terdakwa yang sedang menjalani sidang di Pengadilan. Jangan sampai hal ini membawa situasi yang tidak nyaman untuk para penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya," tuturnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo seharusnya juga peka terhadap situasi dimana adanya tuntutan masyarakat yang menginginkan agar Mantan Bupati Belitung Timur ini dinonaktifkan kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Presiden seharusnya mampu menjaga marwah dari jabatannya, apalagi banyak persoalan yang ditimbulkan dari status Ahok saat ini. Jangan sampai publik akhirnya mengambil spekulasi bahwa ini adalah bentuk pengistimewaan atau bahkan bentuk perlindungan terhadap Ahok. Akibatnya publik meyakini hal ini yang berpengaruh terhadap kebijakan Mendagri yang menolak menonaktifkan Ahok," pungkas Aboebakar.

Duduk Sebelahan dengan Ahok, Said Aqil Angkat Suara

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana